{"id":4001,"date":"2025-02-17T23:17:59","date_gmt":"2025-02-17T23:17:59","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=4001"},"modified":"2025-02-18T15:29:18","modified_gmt":"2025-02-18T15:29:18","slug":"jembatan-mahakam-ditabrak-pemerintah-akan-meminta-ganti-rugi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2025\/02\/17\/jembatan-mahakam-ditabrak-pemerintah-akan-meminta-ganti-rugi\/","title":{"rendered":"Jembatan Mahakam Ditabrak , Pemerintah Tuntut Ganti Rugi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda,Solidaritas &#8211;<\/strong> Perusahaan pemilik tongkang yang menabrak pilar jembatan mahakam pada minggu (16\/02\/2025) akan menapatkan sangsi membayar ganti rugi akibat hilangnya fender atau pengaman jembatan mahakam senilai puluhan miliar rupiah.<\/p>\n<p>Pemerintah dalam hal ini PUPR Bersama BPPJN Kaltim saat ini sedang melakukan penelitian kerusakan jembatan yang sebelumnya ditabrak oleh Tongkang Indosukses 28 yang bermuatan kayu dan ditarik oleh Tug Boat (TB) MTS 28.<\/p>\n<p>Tertabraknya jembatan yang dibangun tahun 1983 ini terekam video amatir warga, bahkan dalam dari rekaman video amatir yang beredar, tampak detik-detik tongkang tersebut menabrak pilar Jembatan Mahakam Lama, hingga terdengar suara cukup nyaring saat terjadi tabrakan yang membuat warga sekitar jembatan langsung mendatangi tepi sungai untuk melihat secara langsung kejadian itu.<\/p>\n<p>Tampak dari sisi darat dibawah jembatan yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1987 satu unit tongkang yang mengangkut kayu olahan tersangkut di tiang jembatan bahkan perlu 2 jam bagi 4 tugboad yang ada disekitar lokasi untuk mengevakuasi tongkang pengangkut kayu sengon itu terlepas dari jembatan mahakam<\/p>\n<p>Akibat kejadian ini Vender pengaman pilar nomor 3 jembatan hilang bahkan tongkang sempat \u00a0menyentuh pondasi pilar nomor 3 yang mengakibatkan jembatan mengalami pergeseran .<\/p>\n<figure id=\"attachment_4002\" aria-describedby=\"caption-attachment-4002\" style=\"width: 465px\" class=\"wp-caption alignright\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-4002\" src=\"http:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-18-at-23.22.391-e1739892317126-300x190.jpeg\" alt=\"\" width=\"465\" height=\"295\" srcset=\"https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-18-at-23.22.391-e1739892317126-300x190.jpeg 300w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-18-at-23.22.391-e1739892317126.jpeg 474w\" sizes=\"auto, (max-width: 465px) 100vw, 465px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4002\" class=\"wp-caption-text\">Hendro Satria kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Kaltim, Foto Bejo<\/figcaption><\/figure>\n<p>Hendro Satria kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Kaltim mengatakan bahwa\u00a0 bbpjn telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan &#8216;seberapa fatal kerusakan jembatan akibat tabrakan tersebut , hasilnya akan dilakukan kajian bersama dengan tim dari instansi lainnya.<\/p>\n<p>\u201cSecara fisik kita lihat adanya pergeseran beberapa mili diatas jembatan, ini terlihat dari sambungan aspal diatas jembatan saat kami melakukan peninjauaan , beberapa bagian di pilar 3 juga mengalami kerusakan ,\u201d kata\u00a0 Hendro.<\/p>\n<p>Yang paling fatal lanjut Hendro adalah saat ini tidak ada fender yang melindungi pilar nomor 3 dan nomor 2 jembatan Mahakam saat ini , dan ini sangat riskan dan membahayakan jembatan Mahakam jika Kembali ditabrak tongkang.<\/p>\n<p>\u201cKita harapkan kejadian ini tidak terjadi lagi, karena saat ini hamper dipastikan tidak ada pengaman sama sekali, jadi kalau pilar ini ditabrak bisa saja mengakibatkan kerusakan cukup fatal bagi jembatan, selama ini ada karena ada fender tabrakan yang terjadi tidak sampai menyentuh pilar jembatan,\u201d jelas Hendro.<\/p>\n<p>\u201cKami akan meminta pertanggung jawaban merek, \u00a0mereka harus mengganti biaya pender atau rusak bahkan hilang tenggelam itukan, \u00a0dan mungkin nanti jika ada perbaikan yang kami lakukan terhadap struktur jembatan ini yah perusahaan harus bertanggung jawab memperbaikinya,\u201d kata Hendro.<\/p>\n<p>\u201cTahun 2018, kami bikin fender dua buah, \u00a0nilainya 35 miliar satu fender karena pender itu kita mancang ke bawah tanah, \u00a0sampai ketemu tanah keras kita pancang pakai pancangan \u00a0baja seperti itu kemudian baru atasnya kita bikin,\u201d jelas Hendro.<\/p>\n<p>Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes pol Hendri Umar mengatakan bahwa tongkang bermuatan kayu \u00a0yang menabrak pilar jembatan itu sudah diamankan, saat ini pihaknya telah menerima laporan dari dinas pekerjaan umum, penataan ruang dan perumahan rakyat (DPUPR\u00a0 dan Pera) Kaltim dan prosesnya sedang berjalan.<\/p>\n<p>Hasil pemeriksaan saat ini menyebutkan bahwa akibat arus deras kapal yang seharusnya \u00a0berada ditengah namun tongkang bergerak tanpa bisa dikendalikan sehingga menabrak pilar jembatan, saat itu pandu sudah mengingatkan tetapi terlambat.<\/p>\n<p>\u201c Sementara itu kerugian yang kita lihat itu di bagian pilar yang bagian pengamanan pilar jembatan mengalami kerusakan cukup fatal, sementara fender hancur karena telindas oleh tongkang, kemudian dilihat dari tongkang juga mengalami kerusakan pada bagian lambung sehingga mengalami kebocoran,\u201d kata Hendri.<\/p>\n<p>\u201cSekarang untuk tongkang sudah kita amankan, sementara beberapa saksi juga kita periksa untuk mengungkap penyebab kejadian sebenarnya,\u201d jelas Hendri.<\/p>\n<p>Sementara untuk jembatan hingga saat ini Hendri menegaskan jembatan mahakam masih aman dilalui. Red<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda,Solidaritas &#8211; Perusahaan pemilik tongkang yang menabrak pilar jembatan mahakam pada minggu (16\/02\/2025) akan menapatkan sangsi membayar ganti rugi akibat hilangnya fender atau pengaman jembatan mahakam senilai puluhan miliar rupiah. Pemerintah dalam hal ini PUPR Bersama BPPJN Kaltim saat ini sedang melakukan penelitian kerusakan jembatan yang sebelumnya ditabrak oleh Tongkang Indosukses 28 yang bermuatan kayu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4003,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4001"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4006,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4001\/revisions\/4006"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}