{"id":3710,"date":"2025-01-31T01:24:59","date_gmt":"2025-01-31T01:24:59","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=3710"},"modified":"2025-01-31T01:24:59","modified_gmt":"2025-01-31T01:24:59","slug":"tinjau-banjir-di-pm-noor-walikota-janji-akan-benahi-aliran-sungai-di-pm-noor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2025\/01\/31\/tinjau-banjir-di-pm-noor-walikota-janji-akan-benahi-aliran-sungai-di-pm-noor\/","title":{"rendered":"Tinjau banjir di PM Noor, Walikota Janji Akan Benahi Aliran Sungai di PM Noor"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda,Solidaritas &#8211;<\/strong> Walikota Samarinda Andi Harun akhirnya turun langsung meninjau banjir, tidak hanya melihat dan berdialog dengan para korban, orang nomor satu di Kota Samarinda ini juga mengevaluasi program penanganan banjir yang telah dilakukanya dan mencari penyebab terhambatnya aliran air di sungai Karang Mumus.<\/p>\n<p>Bersama sejumlah pejabat tekhnis Pemkot Samarinda Andi Harun dan rombongan berhenti diatas jembatan PM Noor dan memperhatikan kondisi aliran air sungai yang cukup deras dan terlihat disisi kanan sungai banyak sekali terdapat rumah rumah warga yang berada diatas sungai.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3711\" aria-describedby=\"caption-attachment-3711\" style=\"width: 383px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3711\" src=\"http:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-31-at-09.13.181-e1738286441700-300x189.jpeg\" alt=\"\" width=\"383\" height=\"241\" srcset=\"https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-31-at-09.13.181-e1738286441700-300x189.jpeg 300w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-31-at-09.13.181-e1738286441700.jpeg 458w\" sizes=\"auto, (max-width: 383px) 100vw, 383px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3711\" class=\"wp-caption-text\">Rumah warga yang diduga berdiri diatas sungai di PM Noor , Foto : Pia<\/figcaption><\/figure>\n<p>&#8220;Bisa kita lihat disini, coba perhatikan ditikungan sana bagaimana arus air mengalami perlambatan dan ini kemungkinan salah satu faktor yang menyebatkan tidak lancarnya aliran air ke Sungai Mahakam, ini nanti kita benahi disini,&#8221; kata Andi harun kepada media saat melakukan peninjauan di lokasi Banjir di Samarinda, Kamis (30\/1\/2024).<\/p>\n<p>Andi harun mengatakan bahwa sebelumnya Pemkot telah melakukan perbaikan disini sungai mati yang sebelumnya menjadi penghambat aliran air dari wilayah sekitar jalan DI Panjaitan, &#8221; Alhamdulillah saat ini sudah berjalan sungainya sudah berfungsi kembali sehingga mengurangi genangan air disekitar Alaya, nah nanti kita akan benahi yang sisi sini,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Wali Kota Andi Harun juga berharap agar warga pemilik bangunan yang berada diatas dapat bekerjasama dan mendukung program pengendalian banjir. Dengan adanya perbaikan yang akan dilakukan, dia optimis bahwa kawasan ini akan menjadi lebih aman dan nyaman bagi warga. Kepentingan bersama adalah untuk menjadikan wilayah Samarinda Utara bebas dari banjir.<\/p>\n<p>Menurut Wali Kota Andi Harun, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terkait langkah-langkah pengendalian banjir. Ini termasuk pengecekan anggaran yang tersedia untuk melaksanakan rencana ini. Jika tidak ada anggaran dari pihak provinsi, Wali Kota Andi Harun berencana untuk mengajukan izin agar pemerintah kota dapat segera bertindak.<\/p>\n<p>Wali Kota Andi Harun menambahkan bahwa pihaknya menemukan beberapa kendala dalam penanganan banjir, termasuk masalah administratif terkait kepemilikan lahan.<\/p>\n<p>\u201cAda beberapa area yang memiliki sertifikat namun berada di atas aliran sungai. Ini perlu dikaji lebih lanjut bersama BPN,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan permintaan maaf kepada warga kota Samarinda atas musibah yang terjadi beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan permintaan maaf kepada warga yang terdampak sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mengatasi permasalahan banjir di Samarinda.<\/p>\n<p>\u201cSaya memahami kesulitan yang dialami masyarakat akibat banjir ini. Pemerintah akan terus berupaya mencari solusi terbaik agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang,\u201d kata Andi Harun.<\/p>\n<p>Dalam kunjungannya ke kawasan Jalan A. Yani, D.I. Panjaitan, dan PM Noor, ia menjelaskan bahwa limpasan air dari Sungai Karangmumus menjadi faktor utama penyebab banjir.<\/p>\n<p>\u201cKami telah berhasil mengurangi luas genangan banjir dari 482 hektare pada tahun 2022 menjadi 314 hektare di awal tahun 2025. Selama empat tahun kepemimpinan saya, baru tahun 2025 ini terjadi banjir yang cukup besar,\u201d jelas politisi Partai Gerindra tersebut.<\/p>\n<p>Pemerintah Kota Samarinda berjanji akan terus berupaya mengurangi dampak banjir melalui berbagai program yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Intensitas hujan yang tinggi disertai pasang air Sungai Mahakam menyebabkan banjir di Kota Samarinda terus mengalami peningkatan pada Kamis, 30 Januari 2025.<\/p>\n<p>Situasi ini memaksa sejumlah warga, terutama lansia dan mereka yang mengalami gangguan kesehatan, untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.<\/p>\n<p>Sementara itu, warga yang terdampak banjir, terutama kelompok rentan seperti lansia dan orang sakit, terus diprioritaskan dalam proses evakuasi dan pemberian bantuan.<\/p>\n<p>Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, BPBD, dan TNI melakukan evakuasi terhadap warga yang sakit di Jalan Durian, Perumahan Bengkuring.<\/p>\n<p>Salah satu warga yang dievakuasi adalah seorang pria berusia 20 tahun yang telah menderita demam selama beberapa hari.<\/p>\n<p>\u201cKami memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit karena kondisinya,\u201d ujar adik korban.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3713\" aria-describedby=\"caption-attachment-3713\" style=\"width: 393px\" class=\"wp-caption alignright\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3713\" src=\"http:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-31-at-09.17.22-e1738286414542-300x174.jpeg\" alt=\"\" width=\"393\" height=\"228\" srcset=\"https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-31-at-09.17.22-e1738286414542-300x174.jpeg 300w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-31-at-09.17.22-e1738286414542.jpeg 490w\" sizes=\"auto, (max-width: 393px) 100vw, 393px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3713\" class=\"wp-caption-text\">Kombes Pol Kapolres Hendri Umar saat meninjau banjir di Bengkuring , Foto Bejo<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, yang mengawasi lokasi banjir menyatakan keprihatinannya terhadap situasi ini.<\/p>\n<p>\u201cKita cukup prihatin dengan kondisi ini. Genangan air cukup tinggi, dan kami mendoakan agar bencana ini segera terselesaikan sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, Polresta Samarinda telah mengerahkan seluruh personelnya di berbagai titik banjir.<\/p>\n<p>Kapolresta juga menyempatkan diri memberikan bantuan sembako untuk dapur umum dan makan siang kepada korban musibah banjir. Red<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda,Solidaritas &#8211; Walikota Samarinda Andi Harun akhirnya turun langsung meninjau banjir, tidak hanya melihat dan berdialog dengan para korban, orang nomor satu di Kota Samarinda ini juga mengevaluasi program penanganan banjir yang telah dilakukanya dan mencari penyebab terhambatnya aliran air di sungai Karang Mumus. Bersama sejumlah pejabat tekhnis Pemkot Samarinda Andi Harun dan rombongan berhenti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3712,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3710","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3710"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3710\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3715,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3710\/revisions\/3715"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}