{"id":3662,"date":"2025-01-27T15:49:19","date_gmt":"2025-01-27T15:49:19","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=3662"},"modified":"2025-01-28T01:05:23","modified_gmt":"2025-01-28T01:05:23","slug":"banjir-rendam-pemukiman-warga-di-desa-budaya-pampang-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2025\/01\/27\/banjir-rendam-pemukiman-warga-di-desa-budaya-pampang-samarinda\/","title":{"rendered":"Banjir Rendam Pemukiman Warga di Desa Budaya Pampang Samarinda"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda,Solidaritas<\/strong>-Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Minggu 26 Januari 2025, mengakibatkan banjir yang merendam empat Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara.<\/p>\n<p>Banjir tersebut merupakan kiriman yang berasal dari kawasan Tanah Datar, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).<\/p>\n<p>Joko Suprianto, Pengawas Bencana Wilayah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, melaporkan bahwa sebanyak 334 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 1-1,5 meter.<\/p>\n<p>\u201cRT 01 Kelurahan Budaya Pampang mengalami banjir paling parah dengan ketinggian mencapai 160-170 centimeter, setinggi orang dewasa,\u201d jelasnya, Senin 27 Januari 2025.<\/p>\n<p>Banjir yang datang tiba-tiba pada Minggu malam menyebabkan kerugian besar bagi pelaku UMKM di Lamin Adat Dayak Pampang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3666\" aria-describedby=\"caption-attachment-3666\" style=\"width: 437px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3666\" src=\"http:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-28-at-09.02.27-e1738026224440-300x151.jpeg\" alt=\"\" width=\"437\" height=\"220\" srcset=\"https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-28-at-09.02.27-e1738026224440-300x151.jpeg 300w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-28-at-09.02.27-e1738026224440-360x180.jpeg 360w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-28-at-09.02.27-e1738026224440.jpeg 540w\" sizes=\"auto, (max-width: 437px) 100vw, 437px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3666\" class=\"wp-caption-text\">Rinda Kristina Ajang, pemilik kios suvenir dan penyewaan pakaian Dayak Kenyah<\/figcaption><\/figure>\n<p>Rinda Kristina Ajang, pemilik kios suvenir dan penyewaan pakaian Dayak Kenyah, mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena barang dagangannya terendam air.<\/p>\n<p>\u201cSaat terlelap setengah jam, air sudah setinggi lutut. Barang-barang yang ada di kios maupun stok pakaian di rumah semuanya terendam,\u201d ungkap Rinda.<\/p>\n<p>Hingga Senin sore, 27 Januari 2025, pukul 15.00 WITA, air dilaporkan mulai surut di beberapa lokasi.<\/p>\n<p>Namun, di dataran rendah terutama RT 01, ketinggian air masih tetap bahkan cenderung meningkat.<\/p>\n<p>BPBD Kota Samarinda juga tengah melakukan penanganan banjir susulan di wilayah aliran Sungai Karang Mumus yang terhubung dengan Sungai Muara Badak.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah menghubungi warga dan menyiapkan perahu untuk evakuasi,\u201d tambah Joko.<\/p>\n<p>Meski demikian, hingga saat ini belum ada warga yang meminta dievakuasi dan memilih bertahan di rumah meskipun belum bisa melakukan aktivitas normal.<\/p>\n<p>BPBD Samarinda terus memantau kondisi Bendungan Benanga yang saat ini berstatus siaga, mengingat ancaman banjir masih mengintai kawasan sepanjang Sungai Karang Mumus. Red<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda,Solidaritas-Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Minggu 26 Januari 2025, mengakibatkan banjir yang merendam empat Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara. Banjir tersebut merupakan kiriman yang berasal dari kawasan Tanah Datar, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Joko Suprianto, Pengawas Bencana Wilayah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3664,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3662"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3668,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3662\/revisions\/3668"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}