{"id":336,"date":"2023-12-19T15:17:06","date_gmt":"2023-12-19T15:17:06","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=336"},"modified":"2023-12-19T15:17:06","modified_gmt":"2023-12-19T15:17:06","slug":"jelang-hari-ibu-seorang-ibu-di-samarinda-tega-bunuh-anak-kandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2023\/12\/19\/jelang-hari-ibu-seorang-ibu-di-samarinda-tega-bunuh-anak-kandung\/","title":{"rendered":"Jelang Hari Ibu, Seorang Ibu di Samarinda Tega Bunuh Anak Kandung"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda,\u00a0 <\/strong>Ibu seyogyanya melindungi dan memberi kasih sayang secara penuh kepada anak-anaknya, dan ibu adalah sosok pekerja keras dan tahan banting, namun tetap memiliki kelembutan saat mengasuh anak-anaknya. Apalagi menjelang hari ibu, disaat banyak ibu ibu menuntut kesetaraan seharusnya tidak ada anak yang menjadi korban.<\/p>\n<p>Di Samarinda Kalimantan Timur, seorang Ibu justru tega menganiaya anak kandung yang baru dilahirkan hingga tewas, mirisnya jasad bocah malang ini langsung diletakan ditermos untuk disembunyikan dari keluarganya.<\/p>\n<p>Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli dalam konverensi persnya, Selasa (19\/12\/2023) mengatakan bahwa Avi (22) tega membunuh buah hatinya karena malu telah hamil dan melahirkan namun belum melakukan pernikahan.<\/p>\n<p>&#8220;Pacarnya tidak mau bertanggung jawab, kehamilanya tidak diketahui oleh anggota keluarga lainnya, sehingga pada saat melahirkan pada rabu (13\/12\/2023) lalu saat pelaku hendak buang air kecil,&#8221; kata Ary.<\/p>\n<p>&#8220;Mengetahui anak yang dikandungnya lahir, pelaku langsung panik iapun kemudian menghabisi nyawa bayi laki-laki yang tergeletak di atas lubang pembuangan,&#8221; jelas Ary.<\/p>\n<p>Setelah melakukan aksi sadisnya pelaku kemudian menyembunyikan jasad bayinya di dalam termos nasi lalu pergi tidur.<\/p>\n<p>Namun tidak semudah itu bagi Avi untuk lepas dari tanggung jawab,saat akan tidur wanita malang ini justru mengalami pendarahan hebat iapun kemudian dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan.<br \/>\n&#8220;Saat itu pelaku masih berbohong kepada keluarga, katanya sedang menstruasi. Namun, saat dokter melakukan pemeriksaan, terungkaplah bahwa pelaku baru habis melahirkan,&#8221; ungkap Kombes Pol Ary Fadli.<\/p>\n<p>Mendengar hal itu, pihak keluarga akhirnya mencari keberadaan jasad bayi tersebut dan melapor ke Polsek Samarinda Seberang.<\/p>\n<p>Pelaku sendiri terbukti melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak, pelaku ditangkap pada Kamis (14\/12\/2023) siang atau sehari setelah menjalani perawatan di RS Dirgahayu.<br \/>\nMengenai alasan pelaku tegas membunuh buah hatinya Arif mengatakan bahwa pelaku mengaku malu atas kelahiran bayi diluar ikatan pernikahan.<\/p>\n<p>AVI mengungkapkan bahwa dirinya tega menghabisi nyawa bayi yang baru dilahirkannya karena sang pacar tak mau bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Kini akibat perbuatanya, AVI dijerat pasal 76 Huruf C juncto pasal 80 Ayat 3 dan 4 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Bejo<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda,\u00a0 Ibu seyogyanya melindungi dan memberi kasih sayang secara penuh kepada anak-anaknya, dan ibu adalah sosok pekerja keras dan tahan banting, namun tetap memiliki kelembutan saat mengasuh anak-anaknya. Apalagi menjelang hari ibu, disaat banyak ibu ibu menuntut kesetaraan seharusnya tidak ada anak yang menjadi korban. Di Samarinda Kalimantan Timur, seorang Ibu justru tega menganiaya anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":337,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[59,57,58],"class_list":["post-336","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal","tag-bunuh-anak-disamarinda","tag-kombes-pol-ary-fadli","tag-tega-ibu-bunuh-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=336"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/336\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":340,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/336\/revisions\/340"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}