{"id":3152,"date":"2024-11-20T14:58:09","date_gmt":"2024-11-20T14:58:09","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=3152"},"modified":"2024-11-20T14:58:16","modified_gmt":"2024-11-20T14:58:16","slug":"pep-sangasanga-field-raih-penghargaan-esg-nusantara-plaudit-berkat-prinsip-keberlanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2024\/11\/20\/pep-sangasanga-field-raih-penghargaan-esg-nusantara-plaudit-berkat-prinsip-keberlanjutan\/","title":{"rendered":"PEP Sangasanga Field Raih Penghargaan ESG Nusantara Plaudit Berkat Prinsip Keberlanjutan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kutai Kartanegara-Solidarita<\/strong>s &#8211; PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field berhasil meraih penghargaan \u201cESG Nusantara Plaudit\u201d dengan predikat Platinum Papua atas penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan operasi hulu migas perusahaan yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, atau yang dikenal dengan Environmental, Social, and Governance (ESG).<\/p>\n<p>Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Investasi\/Wakil Kepala BKPM, Yuliot Tanjung, dan Ketua La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 18 Oktober lalu.<\/p>\n<p>ESG Nusantara Plaudit memberikan pengakuan kepada perusahaan-perusahaan berdasarkan penilaian yang dibagi ke dalam tiga predikat\/ kategori, yaitu Silver Sumatera, Gold Kalimantan, dan Platinum Papua. Pembagian kategori tersebut mencerminkan kompleksitas lingkungan dan masyarakat, serta peran perusahaan dalam menjaga kelestarian dan kesejahteraan.<\/p>\n<p>Penilaian utama penghargaan \u201cESG Nusantara Plaudit\u201d meliputi tiga aspek utama keberlanjutan, yakni lingkungan, sosial, dan tata kelola, atau dikenal dengan Environmental, Social, and Governance (ESG).<\/p>\n<p>Dewan juri juga mempertimbangkan penerapan prinsip ESG berdasarkan dari peta jalan (road map) ESG yang disusun oleh La Tofi School of Social Responsibility. PEP Sangasanga Field berhasil mencapai nilai 95.<\/p>\n<p>Senior Manager PEP Sangasanga Field, Sigid Setiawan, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen Perusahaan terhadap menerapkan prinsip-prinsip ESG.<\/p>\n<p>\u201cPada aspek lingkungan, perusahaan dinilai berdasarkan penghitungan jejak karbon, pengembangan wisata konservasi, penanganan sampah plastik, penyelamatan sumber daya air, serta penerapan teknologi untuk penghematan energi dan penggunaan Energi Baru Terbarukan,\u201d ujar Sigid.<\/p>\n<p>Untuk aspek sosial, menurut Sigid, dewan juri melihat komitmen perusahaan dalam penghapusan kemiskinan, penyelesaian masalah kelaparan, peningkatan kesehatan, dan pengembangan pendidikan berkualitas.<\/p>\n<p>\u201cLangkah perusahaan dalam mempromosikan kesetaraan gender, meningkatkan akses terhadap air bersih, serta menyediakan pekerjaan layak turut dinilai, termasuk pengembangan komunitas yang mencakup kelompok wanita, penyandang disabilitas, pemuda, dan petani,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Sedangkan pada aspek tata kelola, Sigid menjelaskan lebih lanjut tentang komitmen perusahaan atas penghormatan terhadap hak asasi manusia, penanganan rantai pasok, serta transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, pengembangan produk dan layanan yang berkelanjutan juga dapat menjadi tambahan penting dalam penilaian.<\/p>\n<p>\u201cKami berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam menjalankan program CSR yang inovatif dan berkelanjutan sebagai bagian dari penerapan prinsip ESG. Oleh akrena itu, penghargaan ini merupakan buah kolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat, UMKM, BUMDes, serta pemangku kepentingan lainnya,\u201d ujar Sigid.<\/p>\n<p>Head of Communication Relations &amp; CID Zona 9 Subholding Upstream Pertamina, Elis Fauziyah, menjelaskan bahwa program pengembangan masyarakat PEP Sangasanga Field dirancang untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).<\/p>\n<p>\u201cKami menjalankan program CSR di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, serta penanganan bencana,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Elis menjelaskan beberapa program unggulan Zona 9, seperti Ekoriparian Sungai Hitam Lestari yang berfokus pada pengembangan area konservasi bekantan, UMKM serta pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).<\/p>\n<p>\u201cAda juga Program Sarana Budidaya Tanaman Obat Keluarga, disingkat SABDA TOGA, yang menyediakan sarana budidaya tanaman obat keluarga, dan Program Tani Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria, disingkat TANTE SISKA, yang merupakan pertanian terpadu dengan sistem inovasi sosial,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Zona 9 juga memiliki program Maju UMKM Perempuan Berdaya Desa Kutai Lama-ku (MAMPU BERKILAU) untuk pemberdayaan UMKM perempuan dan Program Lingkungan Hidroponik (POLIPONIK) yang merupakan program lingkungan hidroponik.<\/p>\n<p>\u201cKami mengimplementasikan inovasi sosial dan lingkungan dalam program CSR perusahaan, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat,\u201d tekan Elis.<\/p>\n<p>Penghargaan ESG Nusantara Plaudit ini memperkuat komitmen PEP Sangasanga Field untuk terus menerapkan praktik keberlanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Red<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kutai Kartanegara-Solidaritas &#8211; PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field berhasil meraih penghargaan \u201cESG Nusantara Plaudit\u201d dengan predikat Platinum Papua atas penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan operasi hulu migas perusahaan yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, atau yang dikenal dengan Environmental, Social, and Governance (ESG). Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Investasi\/Wakil Kepala BKPM, Yuliot [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3153,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3152"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3155,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3152\/revisions\/3155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}