{"id":3097,"date":"2024-11-04T01:01:25","date_gmt":"2024-11-04T01:01:25","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=3097"},"modified":"2024-11-05T01:09:17","modified_gmt":"2024-11-05T01:09:17","slug":"debat-pilkada-samarinda-2024-andi-harun-saefuddin-zuhri-bahas-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2024\/11\/04\/debat-pilkada-samarinda-2024-andi-harun-saefuddin-zuhri-bahas-pendidikan\/","title":{"rendered":"Debat Pilkada Samarinda 2024, Andi Harun Saefuddin Zuhri Bahas Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta, Solidaritas \u2013<\/strong> Calon Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki sistem pendidikan dalam Debat Pilkada Samarinda 2024, Senin 4 November 2024, malam.<\/p>\n<p>Dalam sesi yang membahas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Andi Harun memberikan paparan mengenai tantangan dan strategi yang akan dilakukannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.<\/p>\n<p>\u201cSekarang jumlah SMP di Samarinda sebanyak 97. Pemerintah memilikinya itu 50,52% dan swasta itu 48% lebih persoalan atau opini tentang tidak seimbangnya,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan salah satu faktor penyebab ketidakmerataan ini adalah sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).<\/p>\n<p>\u201cBanyak anak yang tidak bisa bersekolah di wilayah tempat tinggal mereka karena adanya batasan zonasi. Ini menciptakan kesulitan bagi orang tua dan anak-anak yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Andi Harun menyatakan bahwa pemerintah perlu mengevaluasi sistem zonasi yang ada.<\/p>\n<p>\u201cKita bersyukur dengan adanya perhatian dari Menteri Pendidikan yang baru. Evaluasi sistem zonasi ini sangat penting agar semua anak mendapatkan akses pendidikan yang layak,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Andi Harun mengakui bahwa meskipun jumlah SMP di Samarinda cukup banyak ada kebutuhan untuk membangun sekolah-sekolah baru yang lebih berkualitas.<\/p>\n<p>\u201cKami sedang merencanakan pembangunan SMP terpadu bertaraf internasional di Loabakung. Ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas pendidikan yang diberikan,\u201d Tuturnya.<\/p>\n<p>Andi Harun juga menyoroti tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda, khususnya mereka yang berusia 19 hingga 24 tahun.<\/p>\n<p>\u201cAngka pengangguran di usia ini mencapai 73%. Ini menunjukkan bahwa kita perlu fokus pada keterampilan yang diberikan kepada siswa, bukan hanya sekadar ijazah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Usulan Andi Harun adalah agar kurikulum pendidikan tidak hanya berfokus pada teori. Kurikulum pendidikan juga perlu mengintegrasikan dengan keterampilan yang relevan sesuai kebutuhan pasar kerja.<\/p>\n<p>\u201cKeterampilan praktis harus dilatih sejak dini. Kami perlu meninjau jam pelajaran dan efektivitasnya, agar siswa tidak hanya belajar tetapi juga siap memasuki dunia kerja,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Andi Harun juga menekankan pentingnya pendidikan kearifan lokal dan pendidikan anti korupsi sebagai bagian dari kurikulum.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan lingkungan hidup dan nilai-nilai moral harus diajarkan sejak dini untuk menciptakan generasi yang kuat dan siap menghadapi tantangan zaman,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dengan strategi yang komprehensif dan terarah, Andi Harun dan Saefuddin Zuhri berharap dapat membawa perubahan positif bagi pendidikan di Samarinda.<\/p>\n<p>\u201cSemua ini harus dilakukan secara terintegrasi dan kolaboratif, agar semua aspek pendidikan dapat terakomodasi dengan baik,\u201d pungkasnya. (Pia)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Solidaritas \u2013 Calon Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki sistem pendidikan dalam Debat Pilkada Samarinda 2024, Senin 4 November 2024, malam. Dalam sesi yang membahas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Andi Harun memberikan paparan mengenai tantangan dan strategi yang akan dilakukannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. \u201cSekarang jumlah SMP di Samarinda sebanyak 97. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3098,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-3097","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-samarinda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3097"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3099,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3097\/revisions\/3099"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}