{"id":2215,"date":"2024-07-26T15:50:38","date_gmt":"2024-07-26T14:50:38","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=2215"},"modified":"2024-07-26T15:50:56","modified_gmt":"2024-07-26T14:50:56","slug":"kirab-budaya-sarana-warga-samarinda-sambut-tamu-asing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2024\/07\/26\/kirab-budaya-sarana-warga-samarinda-sambut-tamu-asing\/","title":{"rendered":"Kirab Budaya Sarana Warga Samarinda Sambut Tamu Asing"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda, Solidaritas &#8211;<\/strong> Kirab Budaya tidak saja ajang untuk menunjukan keberagaman budaya yang ada di Kaltim,\u00a0 namun juga sebagai salah satu cara bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan para tamu yang melihat keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.\u00a0 Kirab Budaya menjadi pembuka East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2024, Jumat 26 Juli 2024.<\/p>\n<p>Kirab budaya tahun ini berbeda dengan pelaksanaan tahun tahun sebelumnya karena melibatkan beragam kelompok seni dari berbagai negara.\u00a0 Kirab budaya EBIFF 2024 ini dimulai dari depan Five Premier Hotel di Jalan Bhayangkara dan berakhir di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Jalan Gajah Mada Samarinda.<\/p>\n<p>Kirab budaya ini menjadi ajang perayaan kekayaan budaya dan keragaman yang ada di Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Sekdaprov Kaltim), Sri Wahyuni, mengungkapkan keistimewaan kirab budaya ini. Menurutnya, kirab budaya pembuka EBIFF 2024 ini menonjolkan keragaman budaya tingkat global.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim ini mengatakan bahwa acara ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Kaltim.<\/p>\n<p>\u201cSetiap kedatangan pengunjung tentu akan membawa dampak positif. Dari sisi ekonomi, para pengunjung membutuhkan akomodasi, kuliner, dan transportasi. Semua ini berkontribusi pada perekonomian daerah,\u201d kata Sri Wahyuni di kantor gubernur Kaltim (26\/7\/2024)<\/p>\n<p>Lebih lanjut mantan kepala dinas Pariwisata Kutai kartanegara ini juga menegaskan bahwa seni pertunjukan seperti ini juga memberikan kontribusi pada subsektor ikutan lainnya.<\/p>\n<p>East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2024 Kali ini\u00a0 memiliki moto &#8220;Membangunkan Timur untuk Nusantara&#8221; lanjut Sriwahyuni, Tujuanya adalah Pemprov kaltim ingin mengangkat Kalimantan Timur bukan hanya untuk Nusantara tetapi juga untuk dunia. dan &#8220;From the culture we unite the world&#8221; merupakan semangat yang kami bawa dalam acara ini,\u201d<\/p>\n<p>Sri Wahyuni menambahkan, EBIFF 2024 ini juga menampilkan tiga poros budaya utama dari Kalimantan Timur: budaya kesultanan, budaya pesisir, dan budaya pedalaman.<\/p>\n<p>\u201cBudaya kesultanan diwakili oleh Kutai, budaya pedalaman diwakili oleh masyarakat Dayak, dan budaya pesisir juga akan ditampilkan selama pertunjukan,\u201d jelas Sri Wahyuni.<\/p>\n<p>\u201cMemang kita menampilkan kombinasi dari berbagai negara ada partisipasi dari Jogja, Polandia, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, serta daerah-daerah lain di Indonesia seperti Kolaka, Sulawesi Selatan, Jakarta, Palu, dan Bangka Belitung kehadiran partisipan dari mancanegara ini memberikan warna tersendiri dalam kirab budaya kali ini,\u201d terangnya Sri Wahyuni.<\/p>\n<p>Sri menambahkan bahwa acara ini juga menghadirkan kehadiran para diplomat dan utusan dari berbagai negara.<\/p>\n<p>\u201cTadi malam, kita juga dihadiri oleh duta besar Bulgaria dan utusan presiden dari negara-negara lain. Keberagaman ini semakin memperkaya acara kita,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Salah satu bagian penting dari acara ini adalah welcome dinner yang digelar untuk menyambut delegasi dan masyarakat Kaltim pada Kamis 25 Juli 2024, malam.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa acara ini merupakan langkah awal yang penting dalam upaya menjalin hubungan internasional melalui kegiatan kebudayaan.<\/p>\n<p>\u201cDalam agenda Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kegiatan ini merupakan embrio awal yang sangat signifikan untuk memulai diplomasi kebudayaan,\u201d kata Ririn.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk membangun relasi internasional melalui berbagai event kebudayaan.<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami adalah agar rangkaian acara ini bisa sukses, terutama dari segi partisipasi masyarakat yang diharapkan untuk hadir dan terlibat aktif,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan meskipun acara ini dihadiri oleh enam dari sepuluh negara yang dijadwalkan, tantangan besar yang dihadapi adalah masalah tiket.<\/p>\n<p>\u201cKami menghadapi kendala terkait tiket yang sangat mahal. Ini terutama terjadi pada delegasi dari India, di mana harga tiket menjelang Agustus mengalami kenaikan signifikan,\u201d tambahnya<\/p>\n<p>Menurutnya, evaluasi dan perbaikan untuk acara mendatang akan menjadi fokus utama, termasuk penyesuaian dalam aspek logistik dan biaya.<\/p>\n<p>Meskipun ada beberapa tantangan, Ririn mengungkapkan optimismenya terhadap dampak positif acara ini.<\/p>\n<p>\u201cKami yakin bahwa kegiatan ini bisa menggerakkan berbagai sektor, terutama ekonomi kreatif. Acara ini juga memberikan kesempatan untuk memperkenalkan berbagai fasilitas transportasi dan pariwisata di Kaltim,\u201d tutupnya. (Pia)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas &#8211; Kirab Budaya tidak saja ajang untuk menunjukan keberagaman budaya yang ada di Kaltim,\u00a0 namun juga sebagai salah satu cara bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan para tamu yang melihat keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.\u00a0 Kirab Budaya menjadi pembuka East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2024, Jumat 26 Juli 2024. Kirab budaya tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2216,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,1],"tags":[],"class_list":["post-2215","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-entertainment","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2215"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2217,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2215\/revisions\/2217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}