{"id":1999,"date":"2024-06-27T02:18:38","date_gmt":"2024-06-27T01:18:38","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=1999"},"modified":"2024-07-01T02:30:30","modified_gmt":"2024-07-01T01:30:30","slug":"kurangi-berkesah-bupati-kukar-targetkankukar-jadi-lumbung-pangan-ikn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2024\/06\/27\/kurangi-berkesah-bupati-kukar-targetkankukar-jadi-lumbung-pangan-ikn\/","title":{"rendered":"Kurangi Berkesah ! Bupati Kukar TargetkanKukar jadi Lumbung Pangan IKN"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kutai Kartanegara, Solidaritas-<\/strong> Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.<\/p>\n<p>Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, pada Kamis 27 Juni 2024.<br \/>\nEdi Damansyah, yang memiliki latar belakang sebagai penyuluh pertanian di era 80-an, menekankan pentingnya sektor pangan dalam meningkatkan ekonomi keluarga.<\/p>\n<p>\u201cJadi sekarang kurangi berkesah. Saya semangat untuk jadikan Kutai Kartanegara jadi Lumbung Pangan IKN. Saat ini sudah banyak sekali motivator di bidang pertanian,\u201d ujarnya.<br \/>\nDalam kunjungannya, Bupati tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga bantuan nyata berupa alat pertanian modern.<\/p>\n<p>\u201cKemarin saya datang kesini persoalan cangkul yang dikeluhkan, sekarang saya datang lagi bawakan alatnya Cultivator atau alat untuk membalik tanah modern ini,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Bantuan Cultivator ini diserahkan langsung oleh Bupati kepada kelompok tani di Desa Selerong.<\/p>\n<p>\u201cBantuan ini dalam rangka peningkatan produksi untuk kesejahteraan para petani di Desa Selerong,\u201d tambah Edi.<br \/>\nRencana Pengembangan Lebih Lanjut<\/p>\n<p>Bupati Edi berjanji akan melakukan kunjungan lanjutan untuk membahas sektor-sektor lain yang bisa dikembangkan.<\/p>\n<p>\u201cSaya semangat ini, saya mau Desa Selerong menjadi salah satu daerah pengembangan pertanian. Nanti silahkan koordinasikan dengan Dinas Pertanian mengenai bibit apa yang layak ditanam di kawasan ini,\u201d tegasnya.<br \/>\nEdi Damansyah juga memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian mandiri yang terus berbagi ilmu kepada petani.<\/p>\n<p>\u201cSaya berterima kasih dan memberi apresiasi kepada penyuluh mandiri yang memang terbentuk dari tim yang selama ini sudah aktif di bidang pertanian,\u201d ungkapnya.<br \/>\nBupati optimis bahwa generasi muda akan mampu mengembangkan sektor pertanian dengan bantuan teknologi.<\/p>\n<p>\u201cDi beberapa desa sudah berjalan itu petani muda, petani milenial. Mereka sudah terbuka wawasannya bahwa sektor pertanian ini sangat menjanjikan saat ini,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Kukar berkomitmen untuk terus mendukung para petani dalam meningkatkan hasil produksi. Hal ini dilakukan dengan menganggarkan dan mengusulkan bantuan alat-alat pertanian dan dukungan lainnya untuk menunjang peningkatan kesejahteraan petani.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya bantuan ini, hasil panen diharapkan dapat meningkat sehingga bisa meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Kukar,\u201d tutup Edi Damansyah.<\/p>\n<p>Inisiatif Bupati Edi Damansyah dalam mendorong pengembangan sektor pangan di Kutai Kartanegara menunjukkan visi jangka panjang dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, terutama dengan adanya pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Dengan kombinasi antara dukungan teknologi, pemberdayaan generasi muda, dan bantuan konkret kepada petani, Kutai Kartanegara berpotensi menjadi model keberhasilan pembangunan pertanian di era modern. Suriyatman<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kutai Kartanegara, Solidaritas- Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, pada Kamis 27 Juni 2024. Edi Damansyah, yang memiliki latar belakang sebagai penyuluh pertanian di era 80-an, menekankan pentingnya sektor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1996,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1999"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2001,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1999\/revisions\/2001"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}