{"id":1893,"date":"2024-06-10T10:10:55","date_gmt":"2024-06-10T09:10:55","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=1893"},"modified":"2024-06-13T10:25:14","modified_gmt":"2024-06-13T09:25:14","slug":"mencoba-kabur-pencuri-spesialis-motor-n-max-ditembak-polisi-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2024\/06\/10\/mencoba-kabur-pencuri-spesialis-motor-n-max-ditembak-polisi-samarinda\/","title":{"rendered":"Mencoba Kabur,  Pencuri Spesialis Motor N-Max Ditembak Polisi Samarinda"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda, Solidaritas<\/strong> \u2013 Polresta Samarinda menangkap komplotan pencuri kendaraan bermotor khususnya sepeda motor Honda N-Max di wilayah Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Total ada tiga tersangka dalam kasus yang terjadi di 13 tempat yang diringkus polisi dalam operasi penangkapan tersebut.<\/p>\n<p>Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadly menjelaskan, pelaku utama yakni Edi Harianto (42). Polisi terpaksa menembak Edi saat mencoba melawan petugas dalam operasi penangkapan di Kutai Kartanegara, Selasa 4 Juni 2024, lalu. Edi tercatat sebagai residivis kasus pencurian.<\/p>\n<p>\u201cMereka mencari target kendaraan yang tidak dikunci stang kemudian didorong, tidak ada yang dirusak atau menggunakan kunci T. Sasarannya kendaraan yang tidak dikunci stang,\u201d ujar Kombes Pol Ary Fadli dalam konferensi pers, Senin 10 Juni 2024.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1895\" aria-describedby=\"caption-attachment-1895\" style=\"width: 483px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1895\" src=\"http:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Snapshot44-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"483\" height=\"272\" srcset=\"https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Snapshot44-300x169.jpg 300w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Snapshot44-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Snapshot44-768x432.jpg 768w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Snapshot44-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Snapshot44-750x422.jpg 750w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Snapshot44-1140x641.jpg 1140w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Snapshot44.bmp 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 483px) 100vw, 483px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1895\" class=\"wp-caption-text\">14 motor N Max yang diambil pelaku disejumlah kota di Kaltim, Foto : Bejo<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dari penangkapan Edi, penyidik lalu mengembangkan kasus dan berhasil mengamankan Dedi Sofyan (37) yang berperan sebagai pendorong serta penadah Ali Saputra (27). Keduanya juga merupakan residivis kasus pencurian.<\/p>\n<p>Ary mengatakan para pelaku tidak hanya beroperasi di Samarinda, tetapi juga di Kutai Kartanegara dan Balikpapan.<\/p>\n<p>Setelah aksi pencurian, kendaraan hasil curian kemudian diangkut menggunakan mobil menuju Desa Karangan, Kutai Timur.<\/p>\n<p>\u201cDi Karangan, sepeda motor curian itu dijual ke pengepul dengan harga Rp3,5-5 juta, lalu penadah menjualnya kembali ke masyarakat seharga Rp6-8 juta,\u201d urai Kombes Pol Ary Fadli.<\/p>\n<p>Edi Harianto, tersangka utama, mengaku nekat mencuri karena kesulitan ekonomi dan tak punya pekerjaan tetap. Aksinya dilakukan bersama Dedi Sofyan yang pernah jadi teman satu sel di Lapas Samarinda.<\/p>\n<p>\u201cKalau cari kerja susah, masa nganggur terus. Apalagi udah punya empat anak,\u201d ujar Edi memberi alasan.<\/p>\n<p>Atas perbuatannya, Edi dan Dedi dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian, sementara Ali Pasal 480 KUHP sebagai penadah dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Bejo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas \u2013 Polresta Samarinda menangkap komplotan pencuri kendaraan bermotor khususnya sepeda motor Honda N-Max di wilayah Kalimantan Timur. Total ada tiga tersangka dalam kasus yang terjadi di 13 tempat yang diringkus polisi dalam operasi penangkapan tersebut. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadly menjelaskan, pelaku utama yakni Edi Harianto (42). Polisi terpaksa menembak Edi saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1894,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-1893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1893"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1898,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1893\/revisions\/1898"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}