{"id":1790,"date":"2024-05-28T05:47:31","date_gmt":"2024-05-28T04:47:31","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=1790"},"modified":"2024-05-28T06:37:36","modified_gmt":"2024-05-28T05:37:36","slug":"breaking-news-rumah-longsor-akibat-tambang-batu-bara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2024\/05\/28\/breaking-news-rumah-longsor-akibat-tambang-batu-bara\/","title":{"rendered":"BREAKING NEWS&#8230; Rumah Warga  longsor akibat Tambang Batu Bara"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kutai Kartanegata, Solidaritas<\/strong> &#8211; Warga RT 1 Amborawang Darat kecamatan Samboja Barat Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Resah, aktifitas pertambangan batu bara yang ada dilingkungan desa mereka mengakibatkan rumah rumah warga dan jalan desa menjadi rusak, bahkan satu rumah warga saat ini runtuh selasa (28\/5\/2024)<\/p>\n<p>Haruna warga Amburawang Darat dan juga pemilik rumah yang runtuh mengatakan bahwa dirinya dan warga sudah berulang kali mengingatkan perusahaan agar tidak beroperasi di sekitar perumahan warga namun hal itu tidak diindahkan mereka.<\/p>\n<p>&#8221; Rumah saya sudah sejak bulan 11,\u00a0 2023 retak retak dan saya sudah menyampaikan keperusahaan, namun tidak pernah ditanggapi, hingga akhirnya rumah yang kami tempati selama ini tidak bisa kami tempati lagi, kami kini harus mengungsi, &#8221; Kata Haruna yang dihubungi melalui telpon seluler.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1794\" aria-describedby=\"caption-attachment-1794\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1794\" src=\"http:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-28-at-12.19.16.jpeg-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-28-at-12.19.16.jpeg-300x169.jpg 300w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-28-at-12.19.16.jpeg-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-28-at-12.19.16.jpeg-768x432.jpg 768w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-28-at-12.19.16.jpeg-750x422.jpg 750w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-28-at-12.19.16.jpeg-1140x641.jpg 1140w, https:\/\/solidaritas.news\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-28-at-12.19.16.jpeg.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1794\" class=\"wp-caption-text\">Bagian rumah warga yang longsor, foto, Ist<\/figcaption><\/figure>\n<p>Beberapa upaya sudah kami lakukan lanjut Haruna, kami laporkan kejadian ini ke Camat, ke Kades,, Polisi semuanya tidak ada tanggapan hingga akhirnya ia memutuskan menyampaikan hal ini melalui media sosial facebook miliknya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya gak tahu siapa yang bisa membantu kami warga yang terancam akibat tambang, jadi melalui facebook ini kami berharap ada yang peduli terhadap nasib kami,&#8221; Kata Haruna.<\/p>\n<p>Haruna mengatakan bahwa selain rumah warga yang rusak berat akibat aktifitas tambang, jalan desa ditempat itu juga rusak parah, warga pun harus bertaruh nyawa jika melintasi jalan desa bersama dengan kendaraan berat milik perusahaan tambang.<br \/>\n&#8221; Jangankan debu yang tebal, jalan desa sudah rusak parah lubang lubang di jalan membahayakan warga yang melintas apalagi disaat hujan, &#8221; Jelas Haruna.<\/p>\n<p>Dari itu ia berharap ada tindakan dari pihak terkait akibat kejadian ini, jangan sampai ada korban jiwa baru diperbaiki. Bejo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kutai Kartanegata, Solidaritas &#8211; Warga RT 1 Amborawang Darat kecamatan Samboja Barat Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Resah, aktifitas pertambangan batu bara yang ada dilingkungan desa mereka mengakibatkan rumah rumah warga dan jalan desa menjadi rusak, bahkan satu rumah warga saat ini runtuh selasa (28\/5\/2024) Haruna warga Amburawang Darat dan juga pemilik rumah yang runtuh mengatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1793,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1790","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1790"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1803,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1790\/revisions\/1803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}