{"id":12736,"date":"2026-10-16T10:44:52","date_gmt":"2026-10-16T09:44:52","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=12736"},"modified":"2026-10-20T01:57:42","modified_gmt":"2026-10-20T00:57:42","slug":"kabut-asap-mengurung-palaran-nestapa-kehilangan-sedalam-makam-yazlyn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/10\/16\/kabut-asap-mengurung-palaran-nestapa-kehilangan-sedalam-makam-yazlyn\/","title":{"rendered":"Kabut Asap Mengurung Palaran, Nestapa Kehilangan Sedalam Makam Yazlyn"},"content":{"rendered":"<div class=\"ZLzG0d ncoeY E8xBUb\" role=\"heading\" aria-level=\"3\" data-animation-nesting=\"\" data-sfc-cp=\"\" data-wiz-attrbind=\"aria-level=ZMtBAc_v\/fLk2Md\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sae=\"\"><strong>Samarinda, Solidaritas &#8211; <\/strong>Langit di Pemakaman Muslimin Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, Jumat (16\/10\/2026) pagi<!--TgQPHd|||[]-->, masih diselimuti rintik duka. Langkah-langkah kaki para pelayat datang silih berganti, menyambangi gundukan tanah merah yang masih basah. Di sanalah Yazlyn Syanindita binti Yudi Sarkawi<!--TgQPHd|||[]-->, bocah perempuan mungil berusia 1 tahun 2 bulan, beristirahat dalam keabadian.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div role=\"heading\" aria-level=\"3\" data-animation-nesting=\"\" data-sfc-cp=\"\" data-wiz-attrbind=\"aria-level=ZMtBAc_v\/fLk2Md\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sae=\"\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIChAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Kepergian Yazlyn pada Kamis (15\/10\/2026)<!--TgQPHd|||[]--> menyisakan awan kelabu bagi warga Samarinda, Kalimantan Timur. Di balik dinding rumah duka, keheningan terasa begitu pekat. Sejumlah tetangga dan kerabat masih berkumpul, mencoba menguatkan hati kedua orang tua Yazlyn yang terpukul hebat atas kepergian kilat buah hati mereka.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIChAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Semua bermula pada Rabu malam. Kondisi pernapasan Yazlyn tiba-tiba memburuk secara drastis saat berada di dalam rumah. Napasnya memburu, sesak yang teramat sangat menyiksa tubuh kecilnya. Pihak keluarga langsung melarikan Yazlyn ke Faskes 1 Puskesmas Bantuas.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Melihat napas sang bayi yang kian payah, petugas medis langsung merujuknya ke Rumah Sakit Mulya Medika untuk penanganan intensif di ruang NICU. Namun takdir berkata lain, nyawa bocah malang itu tidak dapat terselamatkan.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Ibu kandung korban, Sindi Jumatun, dengan mata berkaca-kaca menceritakan bahwa Yazlyn memang memiliki riwayat medis bawaan sejak lahir. Dokter mendiagnosis putrinya mengalami keterlambatan perkembangan otak. Sejak usia 7 bulan, Sindi sudah terbiasa bolak-balik ke rumah sakit demi kesembuhan sang anak.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Namun, Sindi meyakini kondisi bawaan tersebut tidak pernah mengganggu saluran pernapasan bayinya. Keadaan berubah total sejak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengepung pemukiman mereka akhir-akhir ini.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">&#8220;Waktu dia memang punya riwayat diagnosis dari rumah sakit perkembangan otaknya lambat, jadi tidak tumbuh sesuai umurnya. Tapi itu kan tidak berpengaruh sama pernapasan,&#8221; kenang Sindi dengan suara bergetar.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">&#8220;Cuman semenjak asap ini dia napasnya berat. Semenjak ada asap ini napasnya berat. Kalau ke rumah sakit pakai masker, karena kalau keluar itu cuma kontrol aja, iya gak pernah kemana-mana,&#8221; lanjutnya.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIEBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Kondisi udara yang kian menyesakkan dada juga dibenarkan oleh Sarno, kakek Yazlyn. Ia mengeluhkan kepulan asap tebal yang belakangan ini mengepung kawasan Palaran, bersumber dari titik kebakaran lahan di area Balik Buaya dan Betowas. Di mata Sarno, kualitas udara kali ini sudah di luar batas normal dan sangat berbahaya bagi kelompok rentan.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIEBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIERAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">&#8220;Kondisi ini tidak seperti biasanya lah, kita jalan aja asapnya (terasa). Fisik anak kecil itu beda-beda, ada yang kuat, ada yang seperti ini (lemah),&#8221; tutur Sarno lirih.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIEhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIExAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Merespons dugaan keluarga korban, Dinas Kesehatan Kota Samarinda bergerak cepat melakukan penelusuran. Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kosasi, menjelaskan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memang selalu menduduki urutan atas dalam catatan kasus penyakit rutin di wilayahnya. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa penyebab kematian Yazlyn tidak bisa serta-merta ditimpakan pada kabut asap karhutla.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIExAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">&#8220;Kami dari Dinas Kesehatan sudah mengonfirmasi dan menanyakan kepada dokter yang merawat terakhir. Disebutkan oleh dokter tersebut tidak ada pasien ISPA meninggal karena karhutla,&#8221; terang Ismid.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Walau secara klinis ada penyakit penyerta, Ismid tidak menampik adanya tren kenaikan kasus gangguan pernapasan akibat situasi lingkungan saat ini. Langkah kedaruratan bahkan telah diambil oleh pemerintah kota.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">&#8220;Memang ada kecenderungan kasus ISPA ini meningkat. Makanya kita dan tim Satgas sudah melakukan langkah-langkah, antara lain kemarin pada tanggal 15 hingga 17 (Oktober) diadakan kegiatan belajar jarak jauh (daring) bagi anak sekolah,&#8221; tambahnya.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" aria-owns=\"action-menu-parent-container\">Kepergian Yazlyn menjadi alarm keras bagi semua pihak. Masyarakat Samarinda kini diminta untuk memperketat proteksi diri di tengah memburuknya kualitas udara. Membatasi aktivitas di luar ruangan, memakai masker medis saat keluar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan pernapasan menjadi benteng utama agar tragedi serupa tidak perlu terulang kembali. Red<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas &#8211; Langit di Pemakaman Muslimin Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, Jumat (16\/10\/2026) pagi, masih diselimuti rintik duka. Langkah-langkah kaki para pelayat datang silih berganti, menyambangi gundukan tanah merah yang masih basah. Di sanalah Yazlyn Syanindita binti Yudi Sarkawi, bocah perempuan mungil berusia 1 tahun 2 bulan, beristirahat dalam keabadian. Kepergian Yazlyn pada Kamis (15\/10\/2026) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12737,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-12736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-samarinda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12736"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12738,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12736\/revisions\/12738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}