{"id":12707,"date":"2026-10-08T01:56:06","date_gmt":"2026-10-08T00:56:06","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=12707"},"modified":"2026-10-08T02:39:16","modified_gmt":"2026-10-08T01:39:16","slug":"menggali-cerita-kaltim-saat-pesona-wisata-dan-budaya-diubah-menjadi-tulisan-yang-memikat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/10\/08\/menggali-cerita-kaltim-saat-pesona-wisata-dan-budaya-diubah-menjadi-tulisan-yang-memikat\/","title":{"rendered":"Menggali Cerita Kaltim, Saat Pesona Wisata dan Budaya Diubah Menjadi Tulisan yang Memikat"},"content":{"rendered":"<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIBhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><strong>Samarinda, Solidaritas &#8211; <\/strong>Kalimantan Timur adalah surga tersembunyi yang menyimpan jutaan cerita. Mulai dari keindahan alamnya yang asri, keunikan budaya lokal, kelezatan kuliner, hingga kekayaan flora dan faunanya. Namun, keindahan itu sering kali hanya menjadi cerita yang berlalu begitu saja jika tidak diabadikan lewat untaian kata yang menarik.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIBhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAICBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Menyadari potensi besar tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mengambil langkah nyata. Mereka mendorong para penulis dan kreator lokal untuk ikut ambil bagian dalam mempromosikan daerah melalui karya literasi yang kreatif, informatif, dan memiliki daya pikat tinggi bagi pembaca luas.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAICBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAICRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">&#8220;Sebuah cerita yang luar biasa tidak akan memiliki dampak yang luar biasa jika tidak mampu disampaikan dengan cara yang menarik,&#8221; tegas Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal<!--TgQPHd|||[]-->, saat membuka Workshop Penulisan Kreatif di Temindung Creative Hub, Samarinda.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div class=\"yhAwj\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sfc-inited=\"2\"><!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div class=\"otQkpb\" role=\"heading\" aria-level=\"3\" data-animation-nesting=\"\" data-sfc-cp=\"\" data-wiz-attrbind=\"aria-level=UW3ocb_x\/fLk2Md\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sae=\"\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Bagi Faisal, kunci utama dari sebuah tulisan yang hidup terletak pada kepekaan sang penulis itu sendiri. Menulis bukan sekadar merangkai kata di atas kertas atau layar, melainkan bagaimana seorang kreator mampu mengoptimalkan kecakapan melihat dan mendengar lingkungan sekitarnya.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">\u201cKetika kita mendengar dengan baik dan melihat dengan baik, harusnya kita bisa menulis dengan baik,\u201d tuturnya.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Faisal menyayangkan banyaknya potensi wisata dan kebudayaan Kaltim yang sangat bagus namun belum terangkat secara optimal ke permukaan. Kelemahan ini sering kali terletak pada bagaimana cara kisah tersebut dikemas.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Padahal, jika ditulis dengan gaya bahasa yang menyentuh dan estetik, narasi tersebut bisa menjadi kekuatan besar untuk menarik perhatian dunia luar agar datang berkunjung ke Benua Etam.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"yhAwj\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sfc-inited=\"2\"><!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Untuk mewujudkan misi tersebut, sebuah wadah edukasi disiapkan. Lokakarya penulisan kreatif digelar selama dua hari, tepatnya pada 7\u20138 Oktober 2026<!--TgQPHd|||[]-->. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mengasah teknik kepenulisan sekaligus bertukar pengalaman tentang dunia pariwisata Kaltim.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIDxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIEBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Tidak tanggung-tanggung, materi lokakarya dirancang secara komprehensif dengan menghadirkan para ahli di bidangnya. Mulai dari perspektif seni bersama Founder Rumah Seni Nirwana, Sophie Razak<!--TgQPHd|||[]-->; sudut pandang akurasi data bersama sejarawan dan editor, Muhammad Sarip<!--TgQPHd|||[]-->; hingga sentuhan estetika bahasa bersama penulis dan sastrawan, Inni Indarputri<!--TgQPHd|||[]-->.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div class=\"yhAwj\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sfc-inited=\"2\"><!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div class=\"otQkpb\" role=\"heading\" aria-level=\"3\" data-animation-nesting=\"\" data-sfc-cp=\"\" data-wiz-attrbind=\"aria-level=UW3ocb_1a\/fLk2Md\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sae=\"\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIEhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Kepada para peserta dan penulis muda, Faisal menitipkan sebuah pesan penting tentang arti sebuah proses. Menjadi penulis yang hebat tidak terjadi dalam semalam. Penulis yang baik bukanlah mereka yang selalu menghasilkan karya sempurna sejak awal, melainkan mereka yang memiliki konsistensi tinggi untuk terus belajar dan memperbaiki setiap goresan penanya.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIExAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIExAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">\u201cMenulislah terus. Banyak hal kreatif yang ada di sekitar kita untuk dijadikan bahan tulisan,\u201d pesan Faisal menyemangati.<!--TgQPHd|||[]--><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" aria-owns=\"action-menu-parent-container\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" aria-owns=\"action-menu-parent-container\">Melalui gerakan literasi kreatif ini, Dispar Kaltim berharap akan lahir gelombang baru kreator konten dan penulis lokal yang bangga membagikan cerita daerahnya.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" aria-owns=\"action-menu-parent-container\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"ep\" data-epip=\"\" data-hveid=\"CAAIFBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" aria-owns=\"action-menu-parent-container\">Dengan begitu, kekayaan destinasi, budaya, serta geliat ekonomi kreatif Kalimantan Timur bisa semakin dikenal, dicintai, dan bergaung lebih luas hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Red<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas &#8211; Kalimantan Timur adalah surga tersembunyi yang menyimpan jutaan cerita. Mulai dari keindahan alamnya yang asri, keunikan budaya lokal, kelezatan kuliner, hingga kekayaan flora dan faunanya. Namun, keindahan itu sering kali hanya menjadi cerita yang berlalu begitu saja jika tidak diabadikan lewat untaian kata yang menarik. Menyadari potensi besar tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12708,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-12707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12707"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12707\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12709,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12707\/revisions\/12709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}