{"id":12149,"date":"2026-08-10T16:39:15","date_gmt":"2026-08-10T15:39:15","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=12149"},"modified":"2026-08-10T16:39:15","modified_gmt":"2026-08-10T15:39:15","slug":"niat-bersihkan-lahan-tetangga-berujung-petaka-pria-di-samarinda-sesak-napas-dikepung-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/08\/10\/niat-bersihkan-lahan-tetangga-berujung-petaka-pria-di-samarinda-sesak-napas-dikepung-api\/","title":{"rendered":"Niat Bersihkan Lahan Tetangga Berujung Petaka, Pria di Samarinda Sesak Napas Dikepung Api"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda, Solidaritas &#8211; N<\/strong>iat baik berujung nahas dialami oleh Anshori, seorang warga Samarinda Seberang. Berniat membantu membersihkan lahan kosong milik tetangganya di kawasan Jalan Rapak Dalam, Kecamatan Samarinda Ulu, ia justru harus dievakuasi menuju ambulans akibat sesak napas akut setelah terkepung asap pekat dari kebakaran lahan yang tidak sengaja dipicunya sendiri.<\/p>\n<p>Cuaca panas menyengat yang sedang melanda Kota Samarinda membuat vegetasi kering di lokasi kejadian dengan sangat cepat berubah menjadi lautan api.<\/p>\n<p>Peristiwa ini bermula saat Anshori mulai membersihkan rumput dan semak belukar. Untuk mempermudah pekerjaannya, ia membakar sisa-sisa pembersihan tersebut dalam skala kecil.<\/p>\n<p>Awalnya, situasi masih sangat aman dan kobaran api berada di bawah kendalinya.Petaka justru datang saat Anshori memutuskan untuk beristirahat dan meninggalkan lokasi untuk makan siang.<\/p>\n<p>Tanpa disadarinya, bara api yang ia duga telah padam sepenuhnya ternyata kembali menyala. Hembusan angin kencang langsung menyambar percikan api tersebut hingga melebar ke area semak kering di sekelilingnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kan gak semua saya bakar, inikan api sedikit-sedikit masih bisa dikendalikan yang wilayah ini aja. kemudian saya makan dibawa, saat saya naik sekitar setengah dua sambil bersihin rumput loh, kok ada percikan api. Tak taruh mesin rumput, baru mengambil ini tak pukulin tapi gak sanggup, angin. Kalau tahu masih ada api mungkin saya gak turun,&#8221; tutur Anshori dengan sisa lemasnya.<\/p>\n<p>Melihat kepulan asap tebal, Anshori sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, kombinasi angin kencang dan tebalnya asap justru membuatnya lemas dan terkapar karena kekurangan oksigen.<\/p>\n<p>Beruntung, warga sekitar, tim relawan, bersama jajaran petugas Polsek Samarinda Ulu segera tiba di lokasi kejadian. Anshori langsung dievakuasi menjauh dari lokasi kejadian dan dibawa menuju mobil ambulans untuk mendapatkan bantuan oksigen dan perawatan intensif dari tim medis.<\/p>\n<p>Setelah kondisi fisiknya mulai membaik, Anshori sempat menunjukkan titik awal pembakaran kepada petugas, yang menurut penilaiannya sebenarnya berada cukup jauh dari lahan utama yang hangus terbakar. Namun, guna keperluan pemeriksaan kronologis lebih lanjut, ia kemudian dibawa petugas ke kantor polisi.<\/p>\n<p>Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang untuk dimintai keterangan.<\/p>\n<p>&#8220;Diamankan satu orang, untuk saat ini kita lakukan permintaan keterangan dulu yah, masih kita dalami dulu. Yang jelas kebakaran disana kita padamkan bersama relawan, dibantu dengan masyarakat yang ada disana. Api sudah padam kemudian tidak ada korban jiwa,&#8221; jelas AKP Asriadi.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, Polsek Samarinda Ulu masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menghitung total luas lahan yang ludes terbakar serta memeriksa sejumlah saksi mata guna memastikan penegakan hukum terkait kasus kelalaian pembakaran lahan ini berjalan sesuai prosedur. Red<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas &#8211; Niat baik berujung nahas dialami oleh Anshori, seorang warga Samarinda Seberang. Berniat membantu membersihkan lahan kosong milik tetangganya di kawasan Jalan Rapak Dalam, Kecamatan Samarinda Ulu, ia justru harus dievakuasi menuju ambulans akibat sesak napas akut setelah terkepung asap pekat dari kebakaran lahan yang tidak sengaja dipicunya sendiri. Cuaca panas menyengat yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12150,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-12149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12149"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12149\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12151,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12149\/revisions\/12151"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}