{"id":11418,"date":"2026-06-07T04:24:17","date_gmt":"2026-06-07T03:24:17","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=11418"},"modified":"2026-06-16T04:26:27","modified_gmt":"2026-06-16T03:26:27","slug":"sudut-pandang-perangi-penyakit-menular-dprd-samarinda-dorong-keterlibatan-posyandu-hingga-tokoh-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/06\/07\/sudut-pandang-perangi-penyakit-menular-dprd-samarinda-dorong-keterlibatan-posyandu-hingga-tokoh-masyarakat\/","title":{"rendered":"Sudut Pandang: Perangi Penyakit Menular, DPRD Samarinda Dorong Keterlibatan Posyandu hingga Tokoh Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda,Solidaritas<\/strong>\u2013 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah, menilai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan kader posyandu, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) dinilai menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, kader posyandu merupakan garda terdepan karena berinteraksi langsung dengan warga dan memiliki akses untuk mendeteksi gejala maupun kondisi kesehatan yang berkembang di lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka yang paling dekat dengan masyarakat. Jika menemukan gejala atau kondisi tertentu, mereka bisa segera melaporkan dan menyampaikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Harminsyah menjelaskan, dalam pembahasan regulasi terkait penanggulangan penyakit menular, pihaknya mendorong agar aturan daerah nantinya lebih menitikberatkan pada penguatan peran lokal. Sebab, regulasi dari pemerintah pusat melalui berbagai peraturan dan kebijakan kesehatan sudah cukup banyak tersedia.<\/p>\n<p>Yang menjadi fokus, lanjutnya, adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat dilibatkan secara aktif dalam upaya pencegahan.<\/p>\n<p>&#8220;Yang paling penting adalah muatan lokalnya. Bagaimana tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, dan berbagai unsur lainnya bisa bersama-sama melakukan pencegahan maupun mengurangi penularan penyakit,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, strategi yang didorong mencakup dua aspek utama, yakni pencegahan secara menyeluruh serta pencegahan terhadap penularan penyakit.<\/p>\n<p>\u201cKedua langkah tersebut dinilai membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar hasilnya lebih efektif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Harminsyah juga menjelaskan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan kader posyandu. Selama ini, pihaknya telah berulang kali mengusulkan kepada dinas terkait agar para kader mendapatkan penghargaan dan dukungan yang lebih baik atas kontribusi mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kami terus menyampaikan agar ada perhatian yang lebih besar. Memang selama ini alasan yang sering muncul adalah keterbatasan anggaran. Namun ke depan mudah-mudahan kesejahteraan kader posyandu bisa lebih diperhatikan lagi,&#8221; pungkasnya.(Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda,Solidaritas\u2013 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah, menilai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan kader posyandu, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) dinilai menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit di tengah masyarakat. Menurutnya, kader posyandu merupakan garda terdepan karena berinteraksi langsung dengan warga dan memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11419,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-11418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dprd-samarinda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11418"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11418\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11420,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11418\/revisions\/11420"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}