{"id":11179,"date":"2026-05-29T01:35:17","date_gmt":"2026-05-29T00:35:17","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=11179"},"modified":"2026-05-29T03:36:41","modified_gmt":"2026-05-29T02:36:41","slug":"diduga-dipicu-salah-paham-amplop-kurban-buruh-bangunan-di-samarinda-nyaris-diamuk-massa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/05\/29\/diduga-dipicu-salah-paham-amplop-kurban-buruh-bangunan-di-samarinda-nyaris-diamuk-massa\/","title":{"rendered":"Diduga Dipicu Salah Paham Amplop Kurban, Buruh Bangunan di Samarinda Nyaris Diamuk Massa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda, Solidaritas &#8211;\u00a0<\/strong>Momen Hari Raya Iduladha yang seharusmya penuh kedamaian justru berujung ricuh di kawasan Sungai Pinang, Samarinda.<\/p>\n<p>Seorang buruh bangunan berinisial BY (29) nyaris tewas setelah menjadi sasaran kemarahan warga.<\/p>\n<p>Ia dituding berniat membakar bangunan apotek yang sedang ia kerjakan akibat dipicu salah paham terkait pembagian daging kurban.<\/p>\n<p>Insiden menegangkan ini bermula dari sebuah percakapan singkat. BY melihat rekannya pulang membawa kantong daging kurban, lalu spontan bertanya apakah paket tersebut juga disertai dengan amplop berisi uang.<\/p>\n<p>Pertanyaan itu ternyata memicu ketersinggungan hingga berujung pada pertengkaran mulut.<\/p>\n<p>Suasana semakin memanas saat BY kemudian ditinggal pergi rekan kerjanya, BY diduga emosi dan kemudian berniat membakar bangunan tempatnya bekerja.<\/p>\n<p>&#8220;Saya emosi pak ditinggal sendirian, dari itu saya nekad membakar tabung gas diatas kompor hingga membuat bangunan yang belum selsai dibangun itu terbakar,&#8221; kata BY kepada petugas kepolisian di Polsek Sungai Pinang.<\/p>\n<p>Melihat tiba tiba ada api di bangunan yang belum jadi, warga sekitar kemudian memanggil petugas pemadan kebakaran, namun bukanya disambut dengan ramah oleh BY, petugas yang datang justru diacungi parang oleh BY dan melarang untuk memadamakan api.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sengaja larang petugas pemadan kebakaran untuk memadamkan karena berharap teman temannya yang tadi ribut denganya kembali kebangunan, namun sayangnya hingga polisi datang mereka tidak kembali ke bangunan,&#8221; jelas BY.<\/p>\n<p>Mendengar kabar tersebut, warga sekitar yang geram langsung bergerak mencari BY yang sempat bersembunyi di area ilalang di belakang bangunan.<\/p>\n<p>Setelah pencarian selama dua jam, massa yang emosional langsung melakukan aksi main hakim sendiri begitu menemukan keberadaannya.<\/p>\n<p>Situasi yang makin tidak terkendali memaksa aparat kepolisian dari Polresta Samarinda melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk mengurai kerumunan warga dan menyelamatkan BY dari amukan yang lebih fatal.<\/p>\n<p>Pemilik bangunan, Arif, mengonfirmasi bahwa insiden ini murni dipicu oleh kesalahpahaman antar pekerjanya.<\/p>\n<p>&#8220;Hanya salah paham, tapi saya belum tahu yah, kayaknya ada ketersinggungan disitu, salah satu korban itu menyinggung pelaku, baru 6 bulan berkerja,&#8221; kata Arif Singkat.<\/p>\n<p>Saat ini, BY telah diamankan di Mako Polsekta Sungai Pinang dengan kondisi penuh luka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Sementara itu berdasarkan penyelidikan sementara, insiden tragis ini diduga kuat berawal dari salah paham, kejadian bermula saat terduga pelaku melihat korban pulang membawa kantong berisi daging kurban, pelaku kemudian bertanya kepada korban, apakah paket daging tersebut disertai dengan amplop berisi uang.<\/p>\n<p>Namun, korban menjawab tidak ada dengan nada yang sedikit keras yang membuat pelaku tersinggung hingga kemudian memukul korban menggunakan benda tumpul berulang kali.<\/p>\n<p>&#8220;Korban dipukul menggunakan benda yang berasal dari gir motor kearah kepala, pelaku kemudian mengambil parangd an menyerang korban hingga mengakibatkan luka di tangan, setelah itu korban menyelamatkan diri kerumah pemilik bangunan,&#8221; kata Aiptu Joko Wahyudi, Pamapta III Polresta Samarinda.<\/p>\n<p>Usai menganiaya pelaku kemudian membakar bangunan yang kemudian membuat warga sekitar bereaksi hingga melakukan penganiayaan terhadap pelaku.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk menyelamatkan pelaku yang diamuk massa petugas sempat mengeluarkan tembakan peringatan, karena tidak hanya korban beberapa petugas kepolisian yang mengamankan juga menjadi sasaran pukulan warga, tembakan ini sekaligus upaya untuk mengurai warga agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,&#8221; kata Wahyu.<\/p>\n<p>Terkait kejadian ini pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Red<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas &#8211;\u00a0Momen Hari Raya Iduladha yang seharusmya penuh kedamaian justru berujung ricuh di kawasan Sungai Pinang, Samarinda. Seorang buruh bangunan berinisial BY (29) nyaris tewas setelah menjadi sasaran kemarahan warga. Ia dituding berniat membakar bangunan apotek yang sedang ia kerjakan akibat dipicu salah paham terkait pembagian daging kurban. Insiden menegangkan ini bermula dari sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11180,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-11179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11179"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11182,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11179\/revisions\/11182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}