{"id":11098,"date":"2026-05-23T02:28:14","date_gmt":"2026-05-23T01:28:14","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=11098"},"modified":"2026-05-23T02:28:14","modified_gmt":"2026-05-23T01:28:14","slug":"kisah-keteguhan-warga-mahulu-melawan-siklus-banjir-tahunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/05\/23\/kisah-keteguhan-warga-mahulu-melawan-siklus-banjir-tahunan\/","title":{"rendered":"Kisah Keteguhan Warga Mahulu Melawan Siklus Banjir Tahunan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mahakam Ulu, Solidaritas<\/strong> \u2013 Bagi masyarakat yang mendekap erat lekuk Sungai Mahakam, riak air adalah detak nadi kehidupan sekaligus ujian kesabaran yang datang hampir setiap tahun.<\/p>\n<p>Memori kelam Mei 2024 masih basah di ingatan. Kala itu, air merangkak naik tanpa ampun menyentuh plafon rumah, melumpuhkan hingga 70 persen wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Setahun berselang, September 2025, luapan air kembali menyapa. Dari alam, warga belajar satu hal mutlak: hidup berdampingan dengan Mahakam berarti harus selalu siap siaga.<\/p>\n<p>Kini, pertengahan Mei 2026, siklus musiman itu kembali mengetuk pintu. Curah hujan yang tinggi memaksa Sungai Mahakam meluap. Kampung Long Bagun Ilir, Ujoh Bilang, hingga Long Hurai terendam air setinggi setengah meter.<\/p>\n<p>Menghadapi amukan alam yang terus berulang, Pemkab Mahulu menolak menyerah pada keadaan. Di bawah langit Alun-Alun Ujoh Bilang, sebuah komitmen besar disuarakan lewat Gladi Siaga Bencana. TNI, Polri, OPD, hingga barisan relawan lokal merapatkan barisan, menjadi benteng pertahanan bagi warga.<\/p>\n<p>&#8220;Kesiapsiagaan bukan sesuatu yang dapat ditunda. Ini harus dibangun terus-menerus dan dilakukan bersama-sama,&#8221; tegas Wakil Bupati Mahulu, Suhuk.<\/p>\n<p>Suhuk menyadari geografi Mahulu bukanlah medan yang ramah. Di pedalaman Kalimantan Timur ini, urusan menyelamatkan nyawa harus bertaruh dengan riam sungai yang berarus deras dan mematikan.<\/p>\n<p>Jalur transportasi yang sulit membuat strategi mitigasi di Mahulu menjadi sangat unik sekaligus menantang.<\/p>\n<p>Dalam kepungan riam, informasi berubah menjadi komoditas paling berharga\u2014menjadi penyambung nyawa. Sistem komunikasi dari wilayah hulu sungai harus berjalan tanpa celah.<\/p>\n<p>&#8220;Kecepatan informasi dari kecamatan di kawasan hulu sangat menentukan kesiapan warga di wilayah hilir. Keterlambatan informasi berarti keterlambatan penyelamatan,&#8221; jelas Suhuk.<\/p>\n<p>Skenarionya jelas: begitu banjir menyapu Long Apari dan Long Pahangai di hulu, warga di Long Bagun, Laham, hingga Long Hubung di hilir sudah harus mengemas barang dan mengamankan diri. Birokrasi yang berbelit dipangkas habis.<\/p>\n<p>Saat status darurat berbunyi lanjut Suhuk, koordinasi harus bergerak secepat kilat. Warga tidak butuh rapat panjang di meja formal, mereka butuh aksi nyata di lapangan.<\/p>\n<p>Komitmen itu bukan sekadar jargon di atas podium. Pada Rabu (20\/05\/2026), rombongan Pemkab Mahulu menembus genangan air untuk meninjau kondisi riil di Kecamatan Laham dan Kecamatan Long Hubung.<\/p>\n<p>Wabup Suhuk turun langsung bersama Kepala BPBD Mahulu Agus Darmawan dan Kabid PPPA Dinas Sosial Zita Devung Paran, S.K.M. Kehadiran mereka tidak dengan tangan kosong, melainkan membawa paket bantuan darurat untuk menyambung napas dapur warga terdampak. Harapan besar diapungkan agar debit air segera surut dan denyut aktivitas warga kembali normal.<\/p>\n<p>Di sela-sela pembagian bantuan, sebuah ancaman tersembunyi tertangkap mata Wabup. Fasilitas kelistrikan PLN di Kecamatan Long Hubung ternyata berdiri di titik rawan banjir. Pemkab bergerak cepat menyusun rencana relokasi demi keselamatan warga.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak ingin ketika listrik dinyalakan justru membahayakan warga. Sebagian masyarakat menggunakan pompa air dan instalasi listrik yang berisiko saat banjir,\u201d cetus Suhuk.<\/p>\n<p>Persoalan menara (<em>tower<\/em>) telekomunikasi yang kerap &#8220;bisu&#8221; saat banjir juga menjadi sorotan. Pemkab Mahulu langsung melayangkan usulan ke pemerintah pusat agar seluruh <em>tower<\/em> di pedalaman dilengkapi sumber daya listrik mandiri seperti genset atau baterai. Dengan begitu, jaringan komunikasi tetap hidup meski aliran listrik PLN padam total.<\/p>\n<p>Bagi BPBD Mahulu, turun ke kubangan banjir bukan sekadar urusan membagi sembako. Kepala Pelaksana BPBD, Agus Darmawan, menegaskan bahwa momen ini digunakan untuk memvalidasi data korban.<\/p>\n<p>&#8220;Beberapa waktu lalu kami telah melakukan patroli, dan kali ini sekaligus melihat kembali kondisi di lapangan untuk memperbaiki data yang sebelumnya dinilai masih kurang akurat,\u201d pungkas Agus.<\/p>\n<p>Lewat jalinan solidaritas lintas sektor dan aksi nyata yang menyentuh akar rumput, Mahulu sedang mengirimkan pesan kuat ke penjuru negeri: meski riam menghadang dan sungai meluap, kemanusiaan di tanah <em>Urip Kerimaan<\/em> ini tidak akan pernah ikut tenggelam. <strong>Red<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahakam Ulu, Solidaritas \u2013 Bagi masyarakat yang mendekap erat lekuk Sungai Mahakam, riak air adalah detak nadi kehidupan sekaligus ujian kesabaran yang datang hampir setiap tahun. Memori kelam Mei 2024 masih basah di ingatan. Kala itu, air merangkak naik tanpa ampun menyentuh plafon rumah, melumpuhkan hingga 70 persen wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Setahun berselang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11099,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"class_list":["post-11098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kalimantan-timur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11098"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11098\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11100,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11098\/revisions\/11100"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11099"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}