{"id":10754,"date":"2026-04-29T02:45:30","date_gmt":"2026-04-29T01:45:30","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=10754"},"modified":"2026-04-29T02:45:31","modified_gmt":"2026-04-29T01:45:31","slug":"dprd-kritisi-aset-pemkot-lahan-milik-daerah-tapi-cuan-masih-macet-di-kantong-pihak-ketiga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/04\/29\/dprd-kritisi-aset-pemkot-lahan-milik-daerah-tapi-cuan-masih-macet-di-kantong-pihak-ketiga\/","title":{"rendered":"DPRD Kritisi Aset Pemkot : Lahan Milik Daerah, Tapi &#8220;Cuan&#8221; Masih Macet di Kantong Pihak Ketiga"},"content":{"rendered":"<div class=\"otQkpb\" role=\"heading\" aria-level=\"3\" data-animation-nesting=\"\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sae=\"\"><strong>Samarinda, Solidaritas &#8211; <\/strong>\u00a0Ibarat memiliki rumah mewah namun hanya mendapatkan uang sewa &#8220;recehan&#8221;, begitulah gambaran pengelolaan aset Pemerintah Kota Samarinda saat ini.<\/div>\n<div role=\"heading\" aria-level=\"3\" data-animation-nesting=\"\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sae=\"\"><\/div>\n<div class=\"otQkpb\" role=\"heading\" aria-level=\"3\" data-animation-nesting=\"\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sae=\"\">Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Samarinda menumpahkan rapor merahnya terhadap skema kerja sama pemanfaatan aset daerah yang dinilai jauh dari kata menguntungkan.<\/div>\n<div role=\"heading\" aria-level=\"3\" data-animation-nesting=\"\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sae=\"\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Ketua Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Ahmad Sukamto, mengungkapkan kegelisahannya saat menelaah realisasi pendapatan dari sektor niaga yang dikelola bersama BUMD dan pihak ketiga. Bayangkan saja, dari luasnya lahan strategis milik pemerintah, kontribusi yang masuk ke kas daerah hanya &#8220;secuil&#8221;.<\/div>\n<div class=\"Fsg96\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Sukamto menyoroti bahwa dalam kontrak kerja sama yang berjalan sepanjang tahun 2025, pemerintah kota hanya mendapatkan jatah sekitar 10 persen. Angka ini dianggap tidak logis mengingat posisi tawar pemerintah sangat kuat sebagai pemilik lahan.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">&#8220;Kalau kita lihat, kontribusinya hanya sekitar 10 persen. Sementara lahannya itu milik pemerintah. Ini tentu perlu dievaluasi karena belum menguntungkan,&#8221; cetus Sukamto dengan nada tegas pada Senin (27\/6\/2025).<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Kekecewaannya semakin mendalam saat melihat angka nyata di atas kertas. Sepanjang tahun 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari skema ini hanya menyentuh angka Rp500 juta. Nilai yang menurutnya &#8220;jomplang&#8221; jika dibandingkan dengan potensi bisnis di atas aset-aset tersebut.<\/div>\n<div class=\"Fsg96\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Pansus LKPJ tidak tinggal diam. Mereka merekomendasikan perubahan total dalam kontrak kerja sama ke depan. Tidak ada lagi ruang untuk persentase kecil yang memanjakan pihak ketiga sementara APBD terus terkuras untuk membangun fasilitas pendukung.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">&#8220;Ke depan, kontraknya harus diubah. Jangan hanya berbasis persentase kecil. Harus ada skema yang benar-benar menguntungkan, misalnya 50:50. Apalagi fasilitas seperti area parkir saja dibangun menggunakan APBD,&#8221; tegas politisi tersebut.<\/div>\n<div class=\"Fsg96\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIChAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Selain persoalan aset, &#8220;borok&#8221; lain yang ditemukan dalam LKPJ 2025 adalah proyek kolam retensi. Proyek yang digadang-gadang mampu mengatasi banjir ini justru mengalami pembengkakan anggaran (<em class=\"eujQNb\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">addendum<\/em>) yang signifikan.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIChAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Awalnya, proyek ini dipatok di angka Rp19 miliar. Namun, dalam perjalanannya, ada suntikan dana tambahan sekitar Rp9 miliar. Ironisnya, meski uang rakyat sudah mengalir lebih banyak, fungsionalitas proyek ini masih dipertanyakan.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">&#8220;Kolam retensi ini juga jadi catatan. Sudah ada tambahan anggaran, tapi belum terkoneksi dengan baik. Bahkan masih ada rencana tambahan lagi untuk pompa,&#8221; jelas Sukamto. Ia menegaskan bahwa proyek infrastruktur bukan sekadar menyerap anggaran, tapi harus memberikan solusi nyata bagi masyarakat.<\/div>\n<div class=\"Fsg96\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">DPRD Samarinda kini memasang posisi waspada. Bagi mereka, setiap rupiah dari APBD harus berbanding lurus dengan manfaat dan pendapatan daerah. Evaluasi total terhadap mitra kerja dan pengawasan ketat terhadap proyek fisik menjadi harga mati.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"n6owBd awi2gc\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" aria-owns=\"action-menu-parent-container\">&#8220;Intinya, dengan anggaran sebesar itu, hasilnya harus maksimal. Ini yang akan terus kami evaluasi,&#8221; tutupnya, memberikan sinyal bahwa pemerintah kota harus lebih &#8220;galak&#8221; dalam menjaga harta daerahnya. Red<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas &#8211; \u00a0Ibarat memiliki rumah mewah namun hanya mendapatkan uang sewa &#8220;recehan&#8221;, begitulah gambaran pengelolaan aset Pemerintah Kota Samarinda saat ini. Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Samarinda menumpahkan rapor merahnya terhadap skema kerja sama pemanfaatan aset daerah yang dinilai jauh dari kata menguntungkan. Ketua Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Ahmad Sukamto, mengungkapkan kegelisahannya saat menelaah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10755,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-10754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-samarinda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10756,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10754\/revisions\/10756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}