{"id":10552,"date":"2026-04-13T01:49:41","date_gmt":"2026-04-13T00:49:41","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=10552"},"modified":"2026-04-13T01:49:41","modified_gmt":"2026-04-13T00:49:41","slug":"menenun-harapan-di-batas-negeri-ambisi-kaltim-tuntaskan-fasilitas-pendidikan-3t-pada-2027","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/04\/13\/menenun-harapan-di-batas-negeri-ambisi-kaltim-tuntaskan-fasilitas-pendidikan-3t-pada-2027\/","title":{"rendered":"Menenun Harapan di Batas Negeri: Ambisi Kaltim Tuntaskan Fasilitas Pendidikan 3T pada 2027"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda, Solidaritas &#8211; <\/strong>Bagi siswa di Long Apari atau mereka yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi menuju sekolah, pendidikan bukan sekadar bangku dan papan tulis. Ia adalah perjuangan fisik.<\/p>\n<p>Namun, narasi sulit itu kini perlahan berganti dengan optimisme baru seiring langkah masif Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam membenahi infrastruktur pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).<\/p>\n<p>Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim tengah memacu pembangunan satuan pendidikan dan asrama siswa yang ditargetkan tuntas sepenuhnya pada tahun 2027. Sebuah tenggat waktu yang sakral bagi masa depan anak muda Benua Etam.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah menargetkan penyelesaian seluruh fasilitas fisik ini tuntas tepat waktu agar pada 2028 kita beralih sepenuhnya untuk meningkatkan kualitas lulusan,&#8221; ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, di Samarinda, Minggu (12\/4).<\/p>\n<p>Upaya ini bukan sekadar membangun gedung, melainkan menjawab persoalan pelik daya tampung. Di Balikpapan, misalnya, sekolah negeri saat ini baru mampu menyerap sekitar 48 persen siswa setempat. Untuk menutup celah itu, pemerintah tengah merampungkan &#8220;wajah baru&#8221; pendidikan di sana, mulai dari gedung SMKN 7 Balikpapan, pembangunan SMAN 10 dan SMKN 8, hingga penambahan ruang kelas di SMAN 7 dan SMKN 5.<\/p>\n<p>Namun, perhatian utama tetap tertuju pada mereka yang berada di garis terdepan. Perluasan akses ini merambah hingga Penajam Paser Utara, Paser, Berau, Kutai Kartanegara, hingga pendirian SMAN 2 Sangatta Selatan di Kutai Timur.<\/p>\n<p>Uniknya, di wilayah yang sulit dijangkau seperti Long Apari, Long Pahangai, dan Long Bagun, sekolah hadir sepaket dengan hunian atau asrama. Fasilitas ini menjadi &#8220;rumah kedua&#8221; bagi anak-anak pekerja perkebunan dan mereka yang tinggal jauh di seberang sungai.<\/p>\n<p>&#8220;Pengelolaan asrama ini dibimbing langsung oleh tenaga kependidikan atau guru yang belum berkeluarga. Ini demi memastikan pendampingan optimal bagi peserta didik, baik secara akademik maupun moral,&#8221; tambah Armin.<\/p>\n<p>Sembari membenahi fondasi di wilayah 3T, Kaltim tidak lupa menatap dunia. Lewat program\u00a0Garuda Transformasi, Pemprov Kaltim bermimpi menghadirkan minimal satu sekolah unggulan berstandar internasional di setiap kabupaten dan kota.<\/p>\n<p>SMAN 10 Samarinda telah didapuk sebagai pionir. Hasilnya mulai terlihat nyata: tahun ini saja, 32 siswanya sukses menembus gerbang kampus-kampus berskala global. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa standar pendidikan Kaltim pelan-pelan mulai berbicara di level internasional.<\/p>\n<p>Armin menegaskan, kualitas sarana di wilayah 3T kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Standar fasilitasnya mulai mengejar kualitas di perkotaan.<\/p>\n<p>&#8220;Upaya pemerataan standar fasilitas ini bertujuan untuk menghapus ketimpangan antarwilayah sesuai prinsip pendidikan inklusif,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Pada tahun 2027 nanti, harapannya tak ada lagi jarak antara anak kota dan anak rimba. Semuanya berdiri di atas lantai sekolah yang sama, menatap masa depan yang sama cerahnya. Red<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas &#8211; Bagi siswa di Long Apari atau mereka yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi menuju sekolah, pendidikan bukan sekadar bangku dan papan tulis. Ia adalah perjuangan fisik. Namun, narasi sulit itu kini perlahan berganti dengan optimisme baru seiring langkah masif Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam membenahi infrastruktur pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10553,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10552","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10552","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10552"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10552\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10554,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10552\/revisions\/10554"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}