{"id":10320,"date":"2026-03-29T15:42:05","date_gmt":"2026-03-29T14:42:05","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=10320"},"modified":"2026-03-29T15:42:05","modified_gmt":"2026-03-29T14:42:05","slug":"riuh-puncak-arus-balik-di-pelabuhan-samarinda-ribuan-penumpang-dan-asa-baru-dari-seberang-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/03\/29\/riuh-puncak-arus-balik-di-pelabuhan-samarinda-ribuan-penumpang-dan-asa-baru-dari-seberang-laut\/","title":{"rendered":"Riuh Puncak Arus Balik di Pelabuhan Samarinda, Ribuan Penumpang dan Asa Baru dari Seberang Laut"},"content":{"rendered":"<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIAxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><strong>Samarinda,Solidaritas &#8211; <\/strong>Pelabuhan Samarinda berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (29\/3\/2026). Merapatnya KM Queen Soya di dermaga memicu antrean panjang penumpang yang mengular hingga ke pintu keluar, menandai puncak arus balik Lebaran tahun ini.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIAxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Suasana riuh seketika pecah. Suara para buruh pelabuhan yang bersahut-sahutan menawarkan jasa angkut berkelindan dengan wajah-wajah lelah pemudik yang kewalahan menenteng koper besar dan kardus oleh-oleh.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Namun, di antara ribuan pemudik yang pulang ke perantauan, terselip wajah penuh harap milik Muskomar. Pria asal Soppeng, Sulawesi Selatan, ini bukanlah pemudik yang kembali pulang. Ia adalah pendatang baru yang baru pertama kali menjejakkan kaki di tanah Samarinda.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Berdiri gelisah di tengah hiruk-pikuk, matanya tak berhenti memindai kerumunan, mencari sosok keluarga yang dijanjikan akan menjemput.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">\u201cSaya baru pertama kali ke sini. Mau coba cari kerja,\u201d ucap Muskomar lirih kepada awak media. Ia tak datang sendiri. Demi mengadu nasib, ia turut memboyong istri dan anaknya. \u201cTujuannya ke Samarinda Seberang, mau ke rumah keluarga di sana,\u201d tambahnya.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Momen ini diakui sebagai titik tersibuk sejak arus balik dimulai. Pelaksana Harian (Plh) Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Ridha Rengreng, mengonfirmasi bahwa ribuan orang membanjiri pelabuhan dalam satu waktu.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIChAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">\u201cAlhamdulillah, hari ini ada pergerakan keberangkatan sekaligus kedatangan yang cukup masif. KM Queen Soya sendiri membawa sekitar 1.600 penumpang dari Parepare ke Samarinda,\u201d jelas Capt. Ridha.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIChAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Tak hanya manusia, kapal tersebut juga mengangkut sedikitnya 16 kendaraan roda empat dan 40 kendaraan roda dua. Menghadapi lonjakan ini, Capt. Ridha memastikan seluruh lini mulai dari Pelindo, TNI, Polri, hingga tim kesehatan telah bersiaga penuh.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Prioritas utama petugas adalah memastikan arus balik berjalan tertib, termasuk memantau kesehatan para penumpang. \u201cKami imbau penumpang yang merasa kurang sehat segera melapor. Tim medis sudah siaga di lokasi, terutama bagi mereka yang masih harus menempuh perjalanan darat ke daerah lain di Kaltim,\u201d tegasnya.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Kesibukan ternyata tak hanya di area kedatangan. Di sisi lain, arus keberangkatan juga mencatatkan angka tinggi. Sekitar 1.400 penumpang dijadwalkan bertolak meninggalkan Samarinda hari ini.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">\u201cKapasitas kapal masih aman di angka 1.700. Besok KM Aditya juga dijadwalkan tiba. Kami perkirakan puncak arus balik terjadi antara hari ini hingga besok atau H+9,\u201d pungkas Ridha.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-sfc-root=\"c\" data-sfc-cb=\"\" data-hveid=\"CAEIDxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" aria-owns=\"action-menu-parent-container\">Hingga sore hari, data resmi mencatat sebanyak 1.605 penumpang telah mendarat dengan selamat. Di tengah padatnya arus manusia, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama di gerbang laut Kota Tepian ini. Red<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda,Solidaritas &#8211; Pelabuhan Samarinda berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (29\/3\/2026). Merapatnya KM Queen Soya di dermaga memicu antrean panjang penumpang yang mengular hingga ke pintu keluar, menandai puncak arus balik Lebaran tahun ini. Suasana riuh seketika pecah. Suara para buruh pelabuhan yang bersahut-sahutan menawarkan jasa angkut berkelindan dengan wajah-wajah lelah pemudik yang kewalahan menenteng [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10321,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10320"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10322,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10320\/revisions\/10322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}