{"id":10046,"date":"2026-02-27T02:26:32","date_gmt":"2026-02-27T02:26:32","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=10046"},"modified":"2026-02-27T02:26:41","modified_gmt":"2026-02-27T02:26:41","slug":"harumnya-mobil-harum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/02\/27\/harumnya-mobil-harum\/","title":{"rendered":"\u201cHarumnya\u201d Mobil HARUM"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Catatan Rizal Effendi<\/strong><\/p>\n<p>HEBOH mobil dinas baru Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas\u2019ud (HARUM) semakin \u201charum.\u201d Di jagat media sosial terus menjadi <em>trending<\/em> <em>topic<\/em>. Soalnya mobil dinas baru itu dibeli dengan harga selangit. Dikerok dari duit APBD 2025 sebesar Rp8,5 miliar.<\/p>\n<p>Ada yang membandingkan dengan mobil Maung Garuda yang dipergunakan Presiden Prabowo Subianto. Mobil buatan PT Pindad itu harganya Rp1,2 miliar, jadi 7 kali lipat lebih murah dari mobil Gubernur Kaltim.<\/p>\n<p>Lebih heboh lagi karena penjelasan Gubernur simpang siur dengan pejabat lain, selain juga tidak sejalan dengan kebijakan penghematan dan punya persepsi beda dengan rakyat soal menafsirkan harga diri Kaltim, yang disebutnya \u201cMarwah Kaltim.\u201d<\/p>\n<p>Gubernur memberikan penjelasan resmi kepada wartawan soal mobil itu setelah\u00a0 menghadiri Rapat Paripurna Ke-3 DPRD Kaltim Masa Sidang 1 Tahun 2026, Senin (23\/2).<\/p>\n<p>Mengawali penjelasannya, Gubernur mengingatkan para wartawan yang mengerubutinya. \u201cKita sedang berpuasa, tolong jangan terlalu banyak ghibahnya, nanti dosanya berlipat ganda,\u201d katanya sangat religius.<\/p>\n<p>Ghibah adalah tindakan membicarakan keburukan, aib atau kekurangan orang lain. Hukumnya dalam Islam haram dan sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati.<\/p>\n<p>Apakah yang digunjingkan para awak media atau netizen soal mobil mahal gubernur masuk dalam kategori ghibah? Silakan masing-masing kita membahasnya. Kalau perlu kita tanya ke Komisi Fatma MUI. Apalagi ini bulan puasa.<\/p>\n<p>Seperti yang sudah beredar, Pemprov Kaltim dalam APBD 2025 menyisihkan anggaran Rp8,5 miliar untuk pembelian satu mobil pimpinan. Mobil pimpinan yang dimaksud adalah mobil dinas untuk gubernur. Lalu berbagai pihak mengkritik Umumnya tidak setuju karena dianggap terlalu mahal dan mewah serta tidak sejalan dengan prinsip penghematan.<\/p>\n<p>Tidak jelas mobil merek apa yang dibeli. Tapi yang pasti berkekuatan 3.000 cc. Ada yang menduga jenis mobilnya adalah Range Rover 3.0 Autobiography LWB. HARUM mengatakan, sesuai Permendagri No 7 Tahun 2006, kendaraan kepala daerah untuk sedan kelas 3.000 cc dan jeep 4.000 cc. \u201cKita mengadakan yang 3.000 cc,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Soal harga, HARUM mengatakan dia tidak terlalu mengikuti. \u201c\u201cAda rupa ada harga. Ada mutu, ada kualitas. Tapi saya tidak terlalu mengikuti soal harga,\u201d begitu katanya.<\/p>\n<p>Gubernur mengungkapkan, sampai hari ini (maksudnya: Senin, 23\/2) Pemprov Kaltim belum menyediakan mobil dinas untuk gubernur bertugas di wilayah Kaltim. Mobil yang dipergunakan dia saat ini adalah mobil pribadi. Kondisinya sudah hancur. \u201cTapi tidak ada masalah demi masyarakat Kaltim,\u201d katanya merendah.<\/p>\n<p>Tidak disinggung ke mana mobil dinas gubernur yang dipakai gubernur sebelumnya. Tapi memang ada fenomena di kalangan kepala daerah, tidak terlalu nyaman menggunakan mobil kepala daerah sebelumnya. Dengan berbagai alasan, maunya diganti yang baru. Mulai soal gengsi sampai hal berbau mistis.<\/p>\n<p>JAGA MARWAHNYA KALTIM<\/p>\n<p>Menurut HARUM, mobil Pemprov Kaltim yang dimaksud adanya di Jakarta. Untuk menunjang kegiatan kepala daerah di sana. Kaltim adalah Ibu Kota Nusantara. Kaltim adalah miniatur Indonesia. Tamu dari Kaltim bukan hanya kepala daerah se-Indonesia, tapi juga global. \u201cMasa iya kepala daerah pakai mobil sekadarnya.\u00a0 Jaga dong marwahnya Kaltim, marwahnya masyarakat Kaltim,\u201d ujarnya beralasan.<\/p>\n<p>Penjelasan Gubernur ini bertolak belakang dengan keterangan Sekdaprov Sri Wahyuni sebelumnya. Sebab Wahyuni mengatakan kepada wartawan, Gubernur membutuhkan kendaraan yang andal di segala medan karena ingin menerobos medan Kaltim yang berat.<\/p>\n<p>Dia sempat menggambarkan ngototnya Gubernur HARUM dalam mengunjungi daerah Kaltim yang medannya berat. Salah satunya dia sebut daerah Sotek, Bongan. Sampai harus ganti mobil. \u201cJadi itu yang menjadi pertimbangan perlunya mobil yang mampu di segala medan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Gara-gara penjelasan ini Sri Wahyuni di-<em>bully<\/em> netizen. \u201cSekdaprov itu orangnya cerdas. Tapi karena harus menjelaskan kebijakan yang tidak cerdas dari pimpinan, jadi penjelasannya tidak cerdas,\u201d komentar Irwan Pecho, mantan anggota DPRI dapil Kaltim dari Partai Demokrat.<\/p>\n<p>Hal yang tidak sinkron juga dari penjelasan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas\u2019ud (HAMAS), yang juga kakak kandung HARUM.<\/p>\n<p>Menurut HAMAS, pengadaan mobil dinas gubernur itu sudah melalui berbagai proses. Mulai analisis standar belanjanya, APIP dan BPK juga turun sampai penggunaan e-katalog.<\/p>\n<p>\u201cTapi mobilnya ditaruh di Jakarta Pak,\u201d sela wartawan.<\/p>\n<p>\u201cPakai di sinilah (di Kaltim),\u201d jawab HAMAS.<\/p>\n<p>\u201cTapi keterangan beliau untuk menjemput tamu di Jakarta,\u201d kata wartawan lagi.<\/p>\n<p>\u201cWah saya nggak tahu. Tapi kalau menjemput tamu, harusnya memang ada. Masa kalah dengan yang lain. Masa sewa?\u201d jelasnya lagi.<\/p>\n<p>Banyak yang meragukan alasan menjemput tamu IKN. Sebab urusan IKN adalah urusan pemerintah pusat. Tapi yang lebih kena, HARUM memang membutuhkan mobil yang berkelas <em>wah<\/em> di Jakarta. Sebab dia selain Gubernur Kaltim, juga dipercaya menjadi ketua umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Jadi sering bertemu dengan pejabat pusat termasuk Presiden. Jadi dia terkesan memang butuh kendaraan yang menurutnya untuk menjaga \u201cMarwah Kaltim.\u201d<\/p>\n<p>Soal marwah atau muru\u2019ah itu, HARUM juga diserang warganet. Bang Eka di<em> Instagram<\/em> bilang, bagi seorang pemimpin Islam, marwah itu tidak dilihat dari penampilan. Dia menunjuk teladan yang diberikan Rasulullah atau sahabat Nabi, Umar bin Khattab. Dalam sejarah kepemimpinan mereka, wibawa atau marwah mereka lahir dari keadilan dan keberpihakan bukan dari penampilan.<\/p>\n<p>Bang Eka mengingatkan, Kaltim yang kaya dengan sumber daya alamnya, penyangga IKN, tapi realitanya masih ada jalan kabupaten rusak bertahun-tahun, masih ada desa <em>blank<\/em> <em>spot<\/em>, ada sekolah minim fasilitas, masih ada kasus stunting, \u00a0dan kemiskinan di beberapa wilayah pedalaman. Lalu distribusi pendapatan belum merata. \u201cDengan kondisi seperti itu, malulah kita menuntut fasilitas yang maksimal,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga diserang @zainoelariefin. Dia sempat menyebut \u201cpembohong,\u201d karena rancunya penjelasan. \u201cKalau mau angkat marwah Kaltim, buktikan dulu janji pendidikan gratisnya, buktikan dulu jalan rusak dibaikin, bukan beli mobil Rp8,5 miliar. Ini cacat berpikir,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Belum lagi \u00a0selesai urusan mobil mahal Gubernur HARUM, terdengar lagi DPRD Kaltim dalam tahun anggaran 2026 juga menguras dana APBD Rp6,8 miliar untuk membeli kendaraan dinas. Kalau itu betul, maka sempurnalah sudah kelakuan yang tidak merakyat ini.<\/p>\n<p>Jika HARUM masih ingin namanya tetap benar-benar harum, maka segeralah meminta maaf kepada rakyat. Kalau pembelian mobilnya masih bisa dibatalkan, lebih baik dibatalkan saja. Orang tahu HARUM punya kekayaan besar. Hebat dan harum jika mau mewakafkan dana pribadinya untuk membeli mobil operasional sendiri dalam menjalankan tugas kepala daerah. Itu amanah yang sempurna dan besar pahalanya.<\/p>\n<p>\u201cKepada seluruh masyarakat Kaltim, mohon doa agar kita dikuatkan dalam menjaga amanah,\u201d kata HARUM menutup penjelasan kepada wartawan. Dengan ikhlas saya ikut mengaminkan. Aamiiin.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Catatan Rizal Effendi HEBOH mobil dinas baru Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas\u2019ud (HARUM) semakin \u201charum.\u201d Di jagat media sosial terus menjadi trending topic. Soalnya mobil dinas baru itu dibeli dengan harga selangit. Dikerok dari duit APBD 2025 sebesar Rp8,5 miliar. Ada yang membandingkan dengan mobil Maung Garuda yang dipergunakan Presiden Prabowo Subianto. Mobil buatan PT [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10048,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[165],"tags":[],"class_list":["post-10046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10046"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10046\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10049,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10046\/revisions\/10049"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10048"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}