Samaridna, Solidaritas – Riuh rendah suara talbiyah dan linangan air mata bahagia menyelimuti GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, pada Minggu (5/4/2026).
Ribuan orang memadati area tersebut, mengantar kerabat dan keluarga dalam acara pelepasan jemaah haji Kota Samarinda tahun 1447 Hijriah.
Tahun ini menjadi momen spesial bagi “Kota Tepian” karena berhasil memberangkatkan 1.024 jemaah—kuota terbesar di Provinsi Kalimantan Timur.
Di antara kerumunan, terpancar wajah-wajah penuh syukur, mulai dari remaja berusia 17 tahun hingga lansia tangguh berumur 88 tahun. Bagi mayoritas jemaah, hari ini adalah jawaban dari penantian panjang selama 14 tahun sejak mereka mendaftar pada 2012 silam.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang melepas langsung keberangkatan ini, menitipkan pesan menyentuh. Ia mengingatkan bahwa perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ujian kesabaran, terutama menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan menyentuh angka 50 derajat Celsius.
“Kami berharap para jemaah menguatkan kesabaran. Tantangannya besar, cuaca panas dan jarak penginapan yang cukup jauh,” ujar Andi Harun dengan nada kebapakan.
Tak hanya bekal doa, Pemkot Samarinda juga menunjukkan kepedulian nyata dengan memberikan “uang saku” tambahan sebesar 100 riyal atau sekitar Rp450.000 untuk setiap jemaah.
Tradisi yang sudah berjalan empat tahun ini menjadi simbol ikatan batin antara pemerintah dan warganya yang hendak beribadah.
“Ini sekadar tambahan, semoga bermanfaat dan menjadi berkah di sana,” tambah Wali Kota.
Di sisi lain, Kepala Seksi PHU Kemenag Samarinda, Jurait, memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung. Sebanyak lima kloter telah disiapkan, dengan keberangkatan perdana menuju Madinah dijadwalkan pada 26 April mendatang.
Sambil menunggu hari keberangkatan, para jemaah kini mulai memantapkan hati, menjaga kesehatan, dan bersiap memeluk impian yang telah belasan tahun mereka langitkan: menjadi haji yang mabrur. Red









