Paser, Solidaritas- Sempat diwarnai tarik ulur dan teka-teki, masa depan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 akhirnya menemui titik terang. Bumi Daya Taka resmi dinyatakan siap menjadi panggung persaingan atlet-atlet terbaik Benua Etam pada November 2026.
Keputusan krusial ini diketuk dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Pendopo Bupati Paser, Kamis (2/4) pagi. Meski dibayangi isu efisiensi anggaran, semangat olahraga menang mutlak atas opsi penundaan.
Ketua KONI Paser, Katsul Wijaya, menyambut lega kesepakatan ini. “Alhamdulillah, sudah disepakati tetap November. Sebagai tuan rumah, kami akan tancap gas menyiapkan diri di sisa waktu yang ada,” tegas pria yang juga menjabat Sekda Paser tersebut.
Langkah selanjutnya, Bupati Paser dr. Fahmi Fadli dijadwalkan memimpin rapat internal pada 7 atau 8 April mendatang untuk menentukan tanggal persis opening ceremony dan mematangkan teknis persiapan.
Keputusan tetap jalan bukan tanpa tantangan. Plt Kepala Dispora Kaltim, HM Faisal, blak-blakan soal adanya penyesuaian anggaran akibat pemangkasan dari pusat. “Dana bantuan Pemprov tetap ada, tapi mungkin tidak ‘sewah’ Porprov sebelumnya,” ungkap Faisal.
Sebagai langkah antisipasi efisiensi anggaran, panitia pelaksana akan menerapkan tiga strategi cerdas, yakni melakukan verifikasi ulang jumlah nomor tanding meski tetap melombakan 64 cabang olahraga, memindahkan lokasi pertandingan lima cabor ke luar Kabupaten Paser akibat keterbatasan fasilitas, serta mengimbau seluruh kabupaten/kota untuk hanya mengirimkan atlet-atlet potensial demi menekan beban biaya daerah masing-masing.
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menekankan bahwa keputusan ini adalah jalan tengah terbaik agar pembinaan atlet tidak mandek. Kini, mata seluruh insan olahraga Kaltim tertuju pada Paser. Mampukah sang tuan rumah menyulap keterbatasan menjadi kesuksesan luar biasa di akhir tahun nanti?
Kita tunggu pembuktiannya di November!









