Kota Samarinda

Menyambung Harapan di Pampang, Jembatan Garuda Hadir Membuka Isolasi Warga

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Bagi warga Desa Budaya Pampang, Selasa (31/3) bukan sekadar hari biasa. Peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi simbol runtuhnya sekat isolasi yang selama ini membatasi gerak mereka. Jembatan ini bukan hanya tumpukan semen dan baja, melainkan jalur harapan bagi anak sekolah, petani, dan denyut nadi budaya di utara Samarinda.
Pembangunan ini merupakan bagian dari program besar Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan 7.000 jembatan di seluruh pelosok negeri. Di Samarinda, kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi mesin utama penggerak proyek ini, dengan tema besar: “Negara Hadir untuk Rakyat Melalui Karya Bakti TNI AD”.
Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul menegaskan bahwa pembangunan ini lahir dari kebutuhan mendasar masyarakat akan akses yang aman. Selama ini, mobilitas warga di daerah dengan akses terbatas seringkali bertaruh nyawa atau harus menempuh jarak jauh.
“Pembangunan ini dilakukan bertahap untuk membantu masyarakat yang akses jalannya masih sulit ditempuh. Ini adalah bentuk perhatian kami; TNI akan selalu hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat,” ujar Brigjen Anggara dengan hangat di hadapan warga Pampang.
Untuk tahap awal di Samarinda, selain di Desa Pampang, jembatan serupa juga akan dibangun di Handil Bakti (Palaran) dan kawasan Sempaja. Danrem berpesan agar para prajurit dan warga bahu-membahu menjaga kelancaran pembangunan ini hingga tuntas.

Apresiasi mendalam datang dari lubuk hati masyarakat Desa Budaya Pampang. Kepala Adat Esran Palan menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah pusat dan TNI. Bagi masyarakat adat, jembatan ini adalah bentuk penghormatan terhadap keberadaan mereka sekaligus dukungan nyata bagi aktivitas sosial dan ekonomi desa.
Senada dengan itu, Camat Samarinda Utara, Muhamad Joni, melihat jembatan ini sebagai pengikat kebersamaan antarwilayah. “Ini bukan sekadar infrastruktur, tapi jalan menuju kesejahteraan yang lebih baik. Ekonomi warga akan lebih lancar, dan anak-anak kita bisa berangkat sekolah dengan rasa aman,” tuturnya.
Acara peletakan batu pertama ini ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan, di mana jajaran TNI membagikan bingkisan kepada masyarakat setempat sebagai simbol kedekatan yang tak berjarak. Dengan hadirnya Jembatan Garuda, kini warga Pampang menatap masa depan dengan akses yang lebih luas dan hati yang lebih tenang. Red

Bagikan

Related Posts