Samarinda,Solidaritas – Pelabuhan Samarinda berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (29/3/2026). Merapatnya KM Queen Soya di dermaga memicu antrean panjang penumpang yang mengular hingga ke pintu keluar, menandai puncak arus balik Lebaran tahun ini.
Suasana riuh seketika pecah. Suara para buruh pelabuhan yang bersahut-sahutan menawarkan jasa angkut berkelindan dengan wajah-wajah lelah pemudik yang kewalahan menenteng koper besar dan kardus oleh-oleh.
Namun, di antara ribuan pemudik yang pulang ke perantauan, terselip wajah penuh harap milik Muskomar. Pria asal Soppeng, Sulawesi Selatan, ini bukanlah pemudik yang kembali pulang. Ia adalah pendatang baru yang baru pertama kali menjejakkan kaki di tanah Samarinda.
Berdiri gelisah di tengah hiruk-pikuk, matanya tak berhenti memindai kerumunan, mencari sosok keluarga yang dijanjikan akan menjemput.
“Saya baru pertama kali ke sini. Mau coba cari kerja,” ucap Muskomar lirih kepada awak media. Ia tak datang sendiri. Demi mengadu nasib, ia turut memboyong istri dan anaknya. “Tujuannya ke Samarinda Seberang, mau ke rumah keluarga di sana,” tambahnya.
Momen ini diakui sebagai titik tersibuk sejak arus balik dimulai. Pelaksana Harian (Plh) Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Ridha Rengreng, mengonfirmasi bahwa ribuan orang membanjiri pelabuhan dalam satu waktu.
“Alhamdulillah, hari ini ada pergerakan keberangkatan sekaligus kedatangan yang cukup masif. KM Queen Soya sendiri membawa sekitar 1.600 penumpang dari Parepare ke Samarinda,” jelas Capt. Ridha.
Tak hanya manusia, kapal tersebut juga mengangkut sedikitnya 16 kendaraan roda empat dan 40 kendaraan roda dua. Menghadapi lonjakan ini, Capt. Ridha memastikan seluruh lini mulai dari Pelindo, TNI, Polri, hingga tim kesehatan telah bersiaga penuh.
Prioritas utama petugas adalah memastikan arus balik berjalan tertib, termasuk memantau kesehatan para penumpang. “Kami imbau penumpang yang merasa kurang sehat segera melapor. Tim medis sudah siaga di lokasi, terutama bagi mereka yang masih harus menempuh perjalanan darat ke daerah lain di Kaltim,” tegasnya.
Kesibukan ternyata tak hanya di area kedatangan. Di sisi lain, arus keberangkatan juga mencatatkan angka tinggi. Sekitar 1.400 penumpang dijadwalkan bertolak meninggalkan Samarinda hari ini.
“Kapasitas kapal masih aman di angka 1.700. Besok KM Aditya juga dijadwalkan tiba. Kami perkirakan puncak arus balik terjadi antara hari ini hingga besok atau H+9,” pungkas Ridha.
Hingga sore hari, data resmi mencatat sebanyak 1.605 penumpang telah mendarat dengan selamat. Di tengah padatnya arus manusia, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama di gerbang laut Kota Tepian ini. Red









