Samarinda, Solidaritas – Kebakaran dahsyat melanda kawasan ruko dan lapak pedagang di Pasar Segiri, Samarinda, pada Kamis (26/3/2026) dini hari sekitar pukul 04.19 WITA. Insiden ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan pedagang yang baru saja memulai aktivitas subuh mereka.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api pertama kali terlihat muncul dari sebuah warung yang terletak di barisan tengah deretan lapak. Hanya dalam hitungan menit, api yang semula kecil langsung membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
Seorang pedagang yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa kepulan asap dan api muncul dari bagian belakang salah satu kios.
“Api berasal dari dalam bagian tengah. Tadi sempat dibantu padamkan dengan alat seadanya, tapi begitu api muncul, langsung membesar sangat cepat,” ujarnya dengan nada cemas.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan dilaporkan masih belum terkendali sepenuhnya. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi, menutupi sebagian besar area pasar legendaris tersebut.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda bersama puluhan satuan relawan menghadapi kendala berat di lokasi. Akses menuju titik api sangat sempit dan dipadati oleh bangunan yang rapat, sehingga armada pemadam sulit menjangkau pusat kebakaran.
Struktur lapak yang didominasi material kayu membuat “Si Jago Merah” dengan sangat mudah menjalar ke bangunan lain. Saat ini, para relawan berupaya keras membuka jalur evakuasi dan membantu mengarahkan selang air agar proses pemadaman bisa lebih efektif.
Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya api maupun total kerugian materiil akibat peristiwa ini. Petugas masih fokus melakukan upaya pemblokiran api agar tidak meluas ke pemukiman penduduk di sekitar pasar. Red









