Bisnis

Tindak Tegas Pegawai, RSUD IA Moeis Berkomitmen Perbaiki Layanan Jadi Lebih Humanis

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis mengambil langkah tegas dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan penjatuhan sanksi disiplin terhadap 19 pegawai yang dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya.
Direktur RSUD IA Moeis, dr. Osa Rafsodia, mengonfirmasi bahwa belasan pegawai tersebut menerima sanksi akibat insiden terkait penanganan pasien yang menjadi sorotan publik baru-baru ini.
“Mereka diberikan sanksi berupa penundaan jasa pelayanan medis selama tiga bulan dan penundaan kenaikan pangkat,” jelas dr. Osa saat memberikan keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk evaluasi serius manajemen terhadap performa staf di lapangan. dr. Osa menegaskan bahwa aspek keramahan dan sisi kemanusiaan dalam melayani pasien adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Pelayanan yang kurang humanis akan kami perbaiki. Kami berkomitmen untuk terus membenahi pelayanan,” tegasnya.
Selain pembenahan sumber daya manusia, RSUD IA Moeis juga tengah fokus pada perbaikan fasilitas medis. Menjawab keluhan masyarakat mengenai alat CT Scan lama yang sering mengalami kerusakan, dr. Osa membawa kabar baik terkait pengadaan unit baru yang lebih canggih.
“Bulan lalu kami sudah menerima unit CT Scan baru. Insyaallah, April atau Mei mendatang sudah bisa beroperasi untuk melayani masyarakat,” tambahnya.
Dengan kombinasi sanksi disiplin bagi pegawai yang melanggar dan pembaruan alat medis, RSUD IA Moeis berharap kepercayaan masyarakat Samarinda Seberang dan sekitarnya dapat kembali pulih.
Manajemen berjanji bahwa kejadian serupa tidak akan terulang dan setiap pasien yang datang akan mendapatkan penanganan medis yang cepat, tepat, dan manusiawi.

Sementara Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto mengapresiasi respons cepat manajemen. “Ada tiga poin penting: tidak ada lagi penolakan pasien laka lantas, peningkatan komunikasi petugas dan perbaikan fasilitas seperti CT Scan,” kata Jokis, sapaan akrabnya.

Jokis menilai sanksi internal sudah tepat, namun hal terpenting adalah peningkatan layanan. “Sanksi tidak menutup masalah. Yang penting komitmen pelayanan dijaga ke depan,” tegasnya.

Masyarakat diminta tenang jika terjadi kecelakaan. “Ambulans relawan tersebar di 10 kecamatan dan 52 kelurahan. Dalam 10 menit biasanya sudah tiba. Mohon bersabar,” pesannya. Red


Bagikan

Related Posts