Kota Samarinda

Kapasitas Penuh, KM Prince Soya Berangkat Lebih Awal dari Pelabuhan Samarinda

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Suasana Pelabuhan Samarinda mendadak riuh pada Minggu siang (15/3/2026). Ribuan penumpang tampak bergegas, bahkan beberapa di antaranya berlarian menuju tangga kapal saat trompet ketiga KM Prince Soya membahana, menandakan kapal segera lepas sandar menuju Pelabuhan Nusantara Parepare.
Kepanikan kecil sempat terjadi di dermaga. Para penumpang yang membawa tas dan barang bawaan besar saling berpacu menaiki kapal agar tidak tertinggal. Hal ini dipicu oleh keputusan mendadak otoritas pelabuhan yang memajukan jadwal keberangkatan.
Kapal yang sedianya dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WITA, justru mulai lepas sandar pada pukul 12.00 WITA. Percepatan ini dilakukan karena kapasitas kapal telah terpenuhi hingga ke lorong-lorong luar kapal.
Perubahan jadwal yang mendadak ini menyisakan kekecewaan bagi penumpang yang datang sesuai jadwal awal. Salah satunya adalah Aspian, warga Samarinda yang hendak mudik. Ia hanya bisa terpaku melihat kapal perlahan meninggalkan dermaga.
“Infonya berangkat jam satu siang pas beli tiket. Pas sampai di sini, tiba-tiba kapal sudah berangkat,” keluh Aspian dengan nada kecewa.
KM Prince Soya tercatat mengangkut sekitar 1.700 penumpang dalam pelayaran kali ini. Kepadatan ini disebut sebagai puncak arus mudik menjelang Idulfitri 2026. Dani, seorang penumpang asal Wahau, mengakui kondisi kapal tahun ini jauh lebih sesak. “Penuh sekali, biasanya tidak sampai sepadat ini,” ujarnya.
Meski demikian, pemilik kapal, Ali Saraphing, menilai tren mudik tahun ini sebenarnya cenderung fluktuatif akibat kondisi ekonomi. “Ekonomi sekarang sedang naik turun, jadi ada perubahan sedikit. Banyak yang memilih menetap di Samarinda dibanding tahun-tahun sebelumnya,” jelas Ali.
Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda mengonfirmasi bahwa hari tersebut merupakan puncak arus mudik. Capt. Sahrun Asis, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan, menjelaskan bahwa percepatan keberangkatan adalah langkah antisipasi keamanan.
“Kapal kami berangkatkan pukul 12.00 WITA karena kapasitas penumpang sudah terpenuhi, sementara calon penumpang lain terus berdatangan. Ini demi keselamatan pelayaran,” tegasnya.
Untuk menjaga kondusivitas, aparat kepolisian dari KP Samarinda terus bersiaga memantau pergerakan penumpang di area pelabuhan. Berdasarkan jadwal, pelayaran selanjutnya akan dilayani oleh KM Sabuk Nusantara tujuan Donggala pada Senin (16/3), sementara KM Adithia dijadwalkan tiba dari Parepare di hari yang sama. Red

Bagikan

Related Posts