Kutai Barat, Solidaritas- Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Wiltas di Kabupaten Kutai Barat resmi berakhir pada 11 Maret 2026. Selama sebulan penuh, sinergi antara 150 personel gabungan TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan warga berhasil mengubah wajah infrastruktur di Kampung Linggang Amer dan Kampung Tering Lama.
Komandan Korem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, menegaskan bahwa TMMD adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Program TMMD ke-127 di Kabupaten Kutai Barat berhasil merealisasikan pembangunan infrastruktur vital, termasuk semenisasi jalan sepanjang 475 meter di Kampung Linggang Amer yang meningkatkan mobilitas ekonomi, serta penyediaan satu unit rumah permanen layak huni bagi warga kurang mampu.
Selain itu, akses air bersih dan sanitasi kini terjamin melalui pembangunan lima unit sumur bor dan MCK di Kecamatan Tering, membebaskan warga dari ketergantungan pada air Sungai Mahakam.
Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, menambahkan bahwa program ini juga menyentuh aspek SDM melalui penyuluhan wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, pencegahan stunting, hingga teknik pertanian modern.
Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani, mengapresiasi kolaborasi ini sebagai percepatan pembangunan desa yang efektif.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan besar dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan TMMD ini. Program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan membantu mempercepat pembangunan desa,” ujarnya.
Senada dengan itu, Petinggi Kampung Linggang Amer, Hermanto, menyampaikan terima kasihnya. “Program ini sangat membantu masyarakat, terutama akses jalan dan bantuan rumah. Kami harap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD ke-127 di Kubar telah memperkuat ikatan emosional antara prajurit dan masyarakat, menghadirkan harapan baru bagi kesejahteraan warga di wilayah pedalaman. Red









