Kota SamarindaNews

Arus Mudik di Pelabuhan Samarinda Mulai Melonjak, Penumpang Rela Menginap demi Tiket

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Arus mudik di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang pekan terakhir Ramadan 1447 H. Para pemudik, yang mayoritas merupakan pekerja perkebunan dan pedagang, memilih pulang lebih awal guna menghindari puncak kepadatan libur Lebaran 2026.

Pantauan di Terminal Penumpang pada Sabtu (14/03/2026) sore menunjukkan suasana yang kian padat. Deretan koper dan tas besar tampak memenuhi ruang tunggu embarkasi. Banyak warga sengaja datang lebih awal untuk memastikan tempat di kapal yang akan membawa mereka pulang ke kampung halaman.
Di tengah ibadah puasa, suasana pelabuhan terasa hangat dengan adanya pembagian takjil gratis oleh pihak KSOP Kelas II Samarinda. Penumpang dan buruh pelabuhan menyambut antusias kegiatan ini sebagai pelepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh menuju pelabuhan.
Lonjakan penumpang semakin terlihat saat ratusan orang mulai memadati area embarkasi untuk keberangkatan KM Prince Soya tujuan Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan, yang dijadwalkan berlayar Minggu (15/03/2026) siang.
Karena khawatir kehabisan tempat atau terjebak antrean panjang, sebagian besar pemudik memilih menginap di terminal dengan menggelar tikar seadanya.
Dani, salah satu pemudik asal Sangatta, mengaku sengaja tiba lebih cepat agar perjalanannya lebih tenang.
“Supaya tidak menumpuk dan lebih simpel. Takutnya kalau terlalu mepet, antreannya panjang atau malah tertinggal kapal,” ujarnya.
Plt. Kepala KSOP Samarinda, Capt. M. Ridha R, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengakomodasi lonjakan ini, termasuk menyediakan area transit sementara bagi pemudik dari luar kota seperti Sangatta dan Berau.
“Malam ini ada sekitar 200 hingga 300 orang yang menginap di area transit sementara dengan pengawalan ketat petugas gabungan TNI, Polri, dan KSOP,” jelas Ridha.
Untuk melayani arus mudik tahun ini, KSOP Samarinda menyiagakan tiga armada kapal swasta, yakni Prince Soya, Queen Soya, dan Adhitya, serta satu kapal perintis milik Pelni, Sabuk Nusantara, guna melayani rute ke berbagai wilayah di kawasan timur Indonesia. Red

Bagikan

Related Posts