Samarinda, Solidaritas – Alih-alih mendapatkan uang tambahan untuk menyambung hidup, pemuda berinisial RR (26) justru harus bermalam di balik jeruji besi.
Niatnya mencuri kabel AC di gedung bulutangkis kawasan Stadion Utama Kaltim, Simpang Pasir, Palaran, kandas di tangan petugas keamanan yang sedang sigap berjaga.
Aksi nekat RR terbilang cukup terencana.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli mengatakan bahwa pelaku sudah melakukan “survei” lokasi pada Minggu (8/3) malam sekitar pukul 19.00 Wita.
Bak detektif, RR memanjat bagian atas gedung yang kosong untuk memastikan posisi kabel AC yang akan ia incar tembaganya. Setelah target terkunci, ia pulang untuk menyiapkan peralatan “tempur” berupa tang dan alat pemotong lainnya.
Keesokan harinya, Senin (9/3) sekitar pukul 04.00 Wita—saat suasana masih gelap dan sunyi—RR kembali ke stadion. Dengan cepat, ia memotong kabel-kabel tersebut dan membengkokkannya agar ringkas saat dibawa kabur.
Namun, sepandai-pandainya RR beraksi, langkah kakinya tercium oleh petugas keamanan stadion. Saat hendak melenggang keluar gedung dengan barang bukti di tangan, RR justru berpapasan dengan personel keamanan yang langsung menyergapnya di tempat.
Kepada pihak kepolisian, pemuda ini mengaku nekat melakukan aksi pencurian tersebut karena desakan kebutuhan sehari-hari. Faktor ekonomi yang menghimpit membuatnya gelap mata hingga berani menyasar fasilitas umum milik pemerintah daerah.
“Pelaku mengaku membutuhkan uang untuk kebutuhan hidup,” ujar Kapolresta saat konferensi pers.
Kini, RR beserta potongan kabel tembaga tersebut telah diserahkan ke Polsek Palaran. Niat hati ingin mencari rupiah, apa daya jeratan hukum justru yang didapat. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa pengamanan di aset-aset negara seperti Stadion Utama Kaltim tetap diperketat selama 24 jam. Red








