Kutai Kartanegara, Solidaritas- Pengalaman kurang menyenangkan baru saja dialami Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri. Niat hati meninjau wilayah, kendaraan dinasnya yang bertubuh tinggi justru harus menyerah; kandas dan amblas di kubangan jalan Desa Sebelimbingan.
Pengalaman personal itu rupanya menjadi pemantik kemarahan sekaligus keprihatinan sang Bupati. Tak ingin rakyatnya merasakan kesulitan yang sama, Aulia Rahman langsung menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat membenahi infrastruktur jalan yang rusak, terutama di wilayah hulu.
“Kenapa saya agak emosional, karena jelas-jelas mobil saya yang tinggi saja kandas, nyangkut, dan amblas di Desa Sebelimbingan. Apalagi mobil warga, pasti amblas di situ. Ini yang harus segera kita sikapi,” ujar Aulia dengan nada tegas saat ditemui usai rapat koordinasi, Kamis (5/3/2026).
Menjelang momen mudik Idulfitri 2026 yang kian dekat, Aulia tak ingin ada warga yang terhambat pulang kampung gara-gara jalanan yang mirip “kubangan”. Fokus utama perbaikan kini diarahkan pada titik-titik krusial di Kecamatan Kota Bangun Darat serta jalur penghubung wilayah hulu lainnya.
Dalam rapat tersebut, Bupati memberikan peringatan keras agar urusan birokrasi tidak menjadi penghambat pelayanan publik. Ia meminta proses pemeliharaan jalan dilakukan dengan skema percepatan agar jalur tersebut layak lintasi sebelum puncak arus mudik tiba.
“Jangan sampai gara-gara administrasi, kepentingan masyarakat dikorbankan. Mana yang mendesak, itu harus cepat kita eksekusi,” tegasnya lagi.
Langkah taktis ini diambil demi menjamin keamanan dan kenyamanan warga Kukar. Kini, bola panas ada di tangan OPD terkait untuk membuktikan bahwa infrastruktur hulu bisa tuntas tepat waktu, memastikan perjalanan menuju kampung halaman tak lagi menjadi perjuangan fisik yang melelahkan. Red









