Samarinda , Solidaritas – Dengan jaminan stok yang melimpah, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan normal. Aksi borong atau panic buying justru dikhawatirkan akan memicu antrean panjang yang tidak perlu di SPBU, yang pada akhirnya bisa mengganggu kenyamanan publik.
“Kami pastikan pasokan terjaga sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri terpenuhi dengan baik,” kata Edy Mangun Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan kepada media di Samarinda Rabu (04/03/2026).
Lebih lanjut Edi Mangun berharap bahwa warga Kalimantan kini bisa bernapas lega dan bisa lebih fokus beribadah di bulan suci tanpa harus merasa was-was akan ketersediaan bahan bakar di jalan.
Perlu kami tegaskan lanjut Edi, bahwa masyarakat jangan salah sangka, 2o hari yang dikatakan oleh menteri bukan sisa, namun angka 20 hari itu merupakan acuan bagi Pertamina Patra Niaga untuk mengamankan stok BBM didaerah.
“Jadi 20 hari bukan stok BBM yang menipis, namun angka 20 hari merupakan angka toleransi bagi pertamina untuk mengamankan distribusi BBM kepada masyarakat,” jelas Edi.
Stok 20 hari bukan berarti sisa tinggal segitu lanjut Edi, saat ini standar minimal ketahanan energi kita berada di angka 22 hingga 23 hari.
Keamanan pasokan ini bukan tanpa alasan. Pertamina terus memutar roda distribusi setiap harinya. Kapal-kapal tanker raksasa secara rutin mengirimkan pasokan ke seluruh pelosok Kalimantan, tak terkecuali wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Langkah ini memastikan bahwa energi tetap mengalir hingga ke ujung borneo, mendukung mobilitas warga yang biasanya meningkat tajam saat momen mudik dan silaturahmi lebaran nanti. Red









