Kutai Kartanegara, Solidaritas – Memasuki awal tahun 2026, cuaca di Kutai Kartanegara (Kukar) tampaknya sedang tidak menentu. Menanggapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Maret mendatang, Pemerintah Kabupaten Kukar pun mengambil langkah cepat dengan menerbitkan surat edaran siaga bencana bagi seluruh camat, lurah, hingga kepala desa.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari peringatan dini yang dirilis oleh BPBD Provinsi Kalimantan Timur. Peningkatan curah hujan dan angin kencang diprediksi akan menjadi “tamu tak diundang” di wilayah Kukar selama tiga bulan ke depan.
“Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Kami ingin memastikan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Sunggono kepada media.
Pemerintah mengimbau aparatur di tingkat kecamatan dan desa untuk tidak lengah. Fokus utama pemantauan kini diarahkan pada titik-titik krusial, mulai dari pemukiman di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga kawasan perbukitan yang rawan longsor. Tidak hanya koordinasi antarperangkat, keterlibatan relawan dan penyebaran informasi cepat kepada masyarakat juga menjadi kunci.
Sunggono berharap warga tetap tenang namun proaktif melakukan langkah antisipasi, seperti memantau info cuaca dari BMKG dan melaporkan segera jika ada kejadian darurat di lingkungan sekitar.
“Dengan kesiapsiagaan kita semua, kita harap risiko kerugian maupun korban jiwa bisa ditekan sekecil mungkin. Mari kita jaga keamanan lingkungan bersama-sama,” tegasnya. Red









