Tarakan, Solidaritas- Masyarakat di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik yang terjadi pada Senin dini hari, pukul 01:57:46 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa tersebut berpusat di utara Sabah, Malaysia, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Kepala BMKG menyatakan bahwa hasil analisis pemutakhiran menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan Magnitudo 7,1. Episenter gempa terletak pada koordinat
LU dan BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 109 km arah Timur Laut Kota Kinabalu, Malaysia.
Meskipun magnitudonya cukup besar, gempa ini memiliki kedalaman hiposenter yang sangat dalam, yakni 628 kilometer.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, ini merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng laut Filipina,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik (oblique Thrust-Fault).
Dampak guncangan dirasakan di beberapa titik di wilayah Kalimantan Utara dengan skala intensitas yang beragam di Kabupaten Nunukan gempa dirasakan dengan skala III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk yang sedang berlalu.
Sementara itu di Kota Tarakan getaran dirasakan dengan skala II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat dampak gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, mengingat pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Red









