Kriminal

Langkah Terakhir Sang Muazin, Warsito Berpulang di Tengah Tugas Mulia

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Hujan gerimis yang terjadi pada sabtu (21/2/2026) menjadi pengantar tugas Warsito (71)  warga Cipto Mangunkusumoh Kelurahan Sengkotek Samarinda Seberang untuk mengumandangkan Adzan subuh di masjid Al Islah, namun siapa sangka itulah perjalanan terakhir sang Muazin, Warsito tewas setelah berulang kali ditabrak kendaraan yang melintas di jalan Cipto Mangunkusumah.
Mirisnya aksi tragis ini terekam terekam kamera CCTV yang kini mengguncang hati warga Samarinda. Rekaman CCTV menunjukkan sisi kelam dari peristiwa tersebut. Setelah benturan terjadi, pedagang ikan tersebut tampak sempat turun untuk merapikan boks dagangannya yang terjatuh. Namun, alih-alih menolong Warsito yang terkapar di aspal, ia justru kembali memacu motornya dan menghilang di kegelapan subuh.
Nasib malang kian bertubi-tubi bagi sang muazin. Dalam kondisi tak berdaya, tubuhnya kembali terlindas oleh pengendara motor lain dan sebuah mobil yang melintas tak lama setelah kejadian pertama.
“Saya sangat mengenal beliau karena rutin azan di masjid,” ujar Sugiarto, relawan ambulans Sengkotek yang mengevakuasi korban kepada media.
“Saat kami evakuasi ke RS IA Moeis, luka di kepala dan kakinya sangat berat. Dokter menyatakan beliau telah tiada.”
Meski sempat meninggalkan lokasi, pelarian sang penjual ikan tak berlangsung lama. Kanit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Javier Syukur, mengonfirmasi bahwa pelaku akhirnya menyerahkan diri ke kepolisian pada Sabtu pagi.
“Pengendara motor penjual ikan itu sudah menyerahkan diri. Sekarang sedang kami periksa lebih lanjut,” tegas Iptu Javier. Pihak kepolisian kini tengah mendalami rekaman CCTV untuk mengidentifikasi kendaraan lain yang juga terlibat dalam kejadian beruntun tersebut.
Kini, suara khas Warsito yang biasanya memanggil warga untuk bersujud kepada Sang Pencipta tidak akan terdengar lagi. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi jemaah masjid dan tetangganya. Jenazah almarhum telah dibawa ke rumah duka untuk prosesi pemakaman.
Sosok Warsito adalah pengingat tentang pengabdian tanpa pamrih. Ia berpulang saat sedang melangkah menuju kebaikan, meninggalkan jejak keteladanan bagi warga Sengkotek di akhir hayatnya. Red

Bagikan

Related Posts