Jakarta, Solidaritas – PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat mengamankan pasokan BBM di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pasca-insiden jatuhnya pesawat kargo jenis Air Tractor AT-802 di Krayan Timur, Kamis (19/2).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan pihaknya telah mendapatkan kepastian armada pengganti dari operator penerbangan untuk menjaga kelancaran program BBM Satu Harga di wilayah perbatasan.
“Kami sampaikan duka cita mendalam atas gugurnya pahlawan energi dalam insiden ini. Saat ini, kami fokus memastikan distribusi BBM ke wilayah Krayan tetap aman dan berjalan normal melalui skema alternatif,” ujar Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (20/2).
Pasokan BBM di wilayah perbatasan Nunukan dipastikan tetap stabil meski terjadi insiden jatuh pesat kargo AT-802 di Desa Pa Betung (19/2).
Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi telah menyiapkan armada pengganti guna menjamin kebutuhan energi masyarakat Krayan tidak terhambat. Roberth menyebutkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan untuk memitigasi dampak gangguan distribusi.
“Stok BBM di Krayan dalam kondisi aman. Kami sudah siapkan skema distribusi alternatif sebagai langkah cepat mitigasi,” tegas Roberth.
Diketahui, pesawat tersebut jatuh saat perjalanan kembali menuju Bandara Juwata Tarakan setelah menyelesaikan misi distribusi BBM ke Long Bawan. Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kedaulatan energi di wilayah 3T sesuai amanat Astacita Presiden RI. Red









