LIFE
Humaniora

Tragedi Ibu dan Anak di Tengah Padatnya Samarinda

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Jalan Juanda di Kelurahan Sidodadi tampak seperti hari-hari biasanya; bising dan padat. Namun, keriuhan itu mendadak berubah menjadi senyap yang mencekam saat sebuah sepeda motor dan truk besar bersinggungan di aspal panas pada Selasa (17/2/2026).
Siti Maimunah, seorang saksi mata, masih nampak syok saat menceritakan detik-detik yang merenggut nyawa sepasang ibu dan anak remaja tersebut. Di tengah arus lalu lintas yang merayap pelan dari arah flyover, harapan untuk sampai ke tujuan dalam sekejap musnah di bawah roda kendaraan besar.
“Semua orang di sini kaget. Motor itu sejajar, lalu ada senggolan sedikit di pinggiran truk sebelum akhirnya mereka terjatuh,” kenang Siti dengan nada getir.
Pemandangan di lokasi kejadian menyisakan kepedihan mendalam. Sang ibu ditemukan tertelungkup tak bernyawa, sementara anak remajanya terkapar tak jauh di sampingnya.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi warga Samarinda tentang betapa rapuhnya nyawa di tengah hiruk-pikuk jalan raya, terutama saat kendaraan kecil harus berbagi ruang dengan raksasa besi di jalur yang sempit.
Sementara itu Kasatlantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini.
Berdasarkan olah TKP terungkap betapa krusialnya jarak aman di jalan raya. Saat itu, remaja putri yang membonceng sang ibu dengan motor KT 4871 BBA berjalan santai dari arah fly Over menuju ke singpang Air Putih. Di saat yang bersamaan, sebuah truk tangki BBM melaju di lajur kanan, mencoba mendahului.
Nahas, ruang gerak yang tidak mencukupi menjadi pemicu petaka. Bagian safety kiri truk bersentuhan dengan stang kanan motor korban. Ketidakseimbangan yang terjadi dalam hitungan detik itu membuat keduanya terjatuh ke arah kolong truk dan terlindas ban belakang.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit dengan luka berat, takdir berkata lain. Ibu dan anak ini menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju bantuan medis.
“Kedua korban meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit,” jelas Prasetyo.
Kepergian mereka meninggalkan duka bagi warga sekitar dan menjadi pengingat keras bagi para pengguna jalan di Samarinda.
Kini, suasana di lokasi kejadian telah kembali normal, namun motor korban dan truk tangki bernomor polisi B 9854 PFU telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti. Sopir truk, Rudi (48), saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Satlantas Polresta Samarinda untuk mempertanggungjawabkan peristiwa memilukan tersebut. Red

Bagikan

Related Posts