Samarinda, Solidaritas – Angin segar berembus bagi ribuan mahasiswa di Bumi Etam. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi cerdas melalui program unggulan “Gratispol Pendidikan”.
Tak main-main, dana segar senilai Rp103,1 miliar resmi dikucurkan untuk membebaskan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa pada semester genap tahun 2026 ini.
Kabar gembira ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Faisal, selaku Juru Bicara Pemprov Kaltim pada Jumat (13/2/2026).
Pencairan tahap awal ini menyasar 21.127 mahasiswa baru angkatan 2025 yang kini tengah memasuki semester kedua di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS) se-Kaltim.
Langkah cepat ini diambil agar para “pejuang gelar” ini bisa langsung tancap gas mengejar prestasi tanpa harus terbebani urusan biaya di awal semester.
Lalu, bagaimana dengan kakak tingkat di semester empat, enam, hingga delapan? Jangan khawatir, Faisal menjelaskan bahwa data mereka saat ini sedang berada dalam tahap verifikasi di Dukcapil untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Program Gratispol ini menyebar rata ke 57 perguruan tinggi. Dari barisan kampus negeri, Universitas Mulawarman (Unmul) mencatatkan jumlah penerima terbanyak dengan 5.134 mahasiswa, disusul oleh Politeknik Negeri Samarinda dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK).
Sementara di sektor swasta, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menjadi yang terdepan dengan 3.477 mahasiswa penerima manfaat. Hal ini menunjukkan bahwa Pemprov Kaltim tidak membeda-bedakan status kampus demi kemajuan kualitas SDM daerah.
Bukan sekadar bantuan sosial, program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Kalimantan Timur. Dengan beban ekonomi yang terangkat dari bahu orang tua, mahasiswa diharapkan bisa lebih fokus mencetak prestasi.
“Pemerintah berharap mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala biaya. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Kaltim di masa depan,” ujar Faisal optimis.
Lewat jargon “Gratispol!”, Pemprov Kaltim menegaskan bahwa pendidikan tinggi kini bukan lagi mimpi yang mahal, melainkan hak yang bisa dijangkau oleh seluruh anak bangsa di Kalimantan Timur. Red









