Bisnis

Menjaga Nadi Transportasi Sungai Mahakam, Pertamina Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Sesuai Regulasi

Bagikan

Samarinda, Solidaritas –  Bagi masyarakat di sepanjang tepian Sungai Mahakam, kapal transportasi bukan sekadar alat angkut, melainkan urat nadi mobilitas yang menghubungkan Samarinda hingga pelosok Mahakam Ulu.
Memahami vitalnya peran tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran pasokan BBM bersubsidi bagi angkutan sungai, tentunya dengan tetap berpijak pada aturan yang berlaku.
Langkah ini diambil menyusul adanya aspirasi masyarakat terkait kebutuhan BBM subsidi untuk rute perjalanan sungai Mahakam tujuan Samarinda – Melak – Mahakam Ulu. Pertamina memastikan bahwa secara prinsip, stok BBM di wilayah Samarinda dan sekitarnya dalam kondisi sangat mencukupi untuk melayani kebutuhan publik.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, kepada Solidaritas di kantornya mengatakan bahwa sebagai pelaksana penugasan pemerintah, Pertamina wajib menjalankan distribusi berdasarkan regulasi dan pengawasan dari BPH Migas. Hal ini dilakukan agar setiap liter subsidi yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.
“Kami sangat memahami peran vital angkutan sungai bagi warga. Pertamina siap menyalurkan BBM bersubsidi asalkan seluruh persyaratan administrasi dan ketentuan pemerintah terpenuhi,” kata Edi,  Senin (26/1/2026).
Saat ini lanjut Edi, Pertamina sedang mencarikan soludi terkait persoalan administrasi dan legalitas kapal bermesin pendam. Berbeda dengan mesin tempel, kapal rute jarak jauh ini diharuskan terdaftar melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Saat ini, Pertamina bersama Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim tengah intens berkoordinasi dengan BPH Migas untuk menyelaraskan aturan pusat dengan kondisi di lapangan.
Edi menekankan bahwa penggunaan surat rekomendasi menjadi kunci utama dalam penyaluran ini.
“Jika surat rekomendasi telah diterbitkan kembali oleh instansi berwenang, lembaga penyalur resmi kami siap segera mendistribusikan BBM subsidi sesuai kuota yang ditetapkan,” jelasnya.
Upaya jemput bola melalui sinergi lintas sektoral ini diharapkan menjadi angin segar bagi para pemilik kapal dan masyarakat pengguna jasa transportasi sungai. Pertamina berharap proses sinkronisasi administrasi di masa transisi ini bisa segera tuntas.
“Sinergi ini penting agar pelayanan BBM bagi transportasi sungai kembali berjalan normal secepat mungkin, dengan tetap mengedepankan aspek akuntabilitas dan legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Edi. Red

Bagikan

Related Posts