Samarinda, Solidaritas – Malam yang dingin di Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda Ilir, mendadak berubah mencekam pada Kamis (15/1/2026). Andre, seorang pengemudi ojek online (Ojol) yang saat itu menunggu orderan nyaris kehilangan nyawanya setelah diserang orang tidak dikenal.
Malam itu seharusnya menjadi waktu untuk mencari nafkah tambahan bagi Andre, Namun, nasib berkata lain sekitar pukul 21.30 WITA, Andre bersama rekan-rekannya sesama pejuang aspal tengah asyik nongkrong di Gang 9, Kelurahan Pelita. Saat menunggu Orderan tiba tiba datang empat orang tak dikenal (OTK) datang menghampiri mereka dengan berjalan kaki. Tanpa ada basa-basi yang bersahabat, salah satu dari mereka langsung menegur Andre dengan nada tinggi.
“Kamu ingat aku kah?” gertak pelaku sebagaimana ditirukan Harun. Andre yang merasa tidak memiliki musuh, menjawab dengan bingung bahwa ia tidak mengenal orang tersebut dan bertanya ada masalah apa.
Sayangnya, niat baik untuk berkomunikasi dibalas dengan kilatan senjata tajam. Cekcok mulut terjadi singkat sebelum salah satu pelaku mencabut senjata yang diselipkan di balik pakaian. Serangan membabi buta pun diarahkan ke tubuh Andre.
Dalam kondisi panik, Andre berusaha menangkis serangan tersebut. Rekan-rekannya yang ingin membantu justru tak bisa berbuat banyak karena tiga pelaku lainnya berjaga-jaga dan mengancam siapa pun yang berani mendekat.
Setelah membuat Andre tersungkur dengan luka robek di telapak tangan kanan, paha, serta betis, keempat pelaku langsung melarikan diri saat melihat warga mulai berkerumun menuju lokasi.
Dani, anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Pelita, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dua dari empat pelaku diduga memiliki panggilan akrab “Roni” dan “Cacing”.
Andre segera dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka-luka yang dideritanya. Kini, pangkalan yang biasanya riuh dengan canda tawa para driver ojol itu menyisakan kecemasan.
Pihak kepolisian pun telah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini. Identitas para pelaku dan motif di balik serangan brutal ini tengah didalami. Bagi komunitas Ojol Samarinda, kejadian ini menjadi pengingat pahit tentang risiko keamanan yang mengintai mereka di tengah gelapnya malam kota.Red









