Catatan Rizal Effendi
KETUA KONI Kaltim periode 2022-2026, Rusdiansyah Aras akan berakhir masa tugasnya bulan Februari nanti. Tapi demi menyelamatkan anggaran, dia memperpanjang masa baktinya 6 bulan ke depan. Apakah itu isyarat dia berminat mencalonkan diri lagi?
Tapi Rusdi belum lama ini membuat pernyataan menarik berkaitan tentang maju-tidaknya dia dalam pemilihan ketua KONI Kaltim periode 2026-2030. “Saya tidak ingin melawan badai,” begitu katanya memberikan perumpamaan.
Mantan wartawan ini tak memberikan penjelasan rinci soal narasi “tak ingin melawan badai.” Tapi publik menafsirkan dan mengait-ngaitkan statemen itu dengan sikap dan kebijakan Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud. HARUM bagian dari Bani Mas’ud yang sekarang ini menguasai pemerintahan di Kaltim.
Salah satu gaya kepemimpinan Bani Mas’ud adalah sangat mengutamakan kekerabatan. Apakah dia bagian dari keluarga, orang terdekat, tim sukses atau orang separtai, asal daerah tertentu atau orang yang dianggap berjasa. Orang-orang ini yang mendapat prioritas dalam berbagai jabatan dan kesempatan. Itu berlaku baik untuk jabatan formal di pemerintahan, di lembaga yang ada kaitannya dengan pemerintah atau di luar pemerintahan.
Kebijakan HARUM yang mencolok beberapa waktu lalu adalah penempatan dua dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov Kaltim. Kedua dosen itu adalah Dr Syahrir A Pasinringi, MS (Prof Cali) dan Dr Fridawaty Rivai, SKM, M.Kes.
Penempatan kedua dosen itu sebagai Dewas ditengarai sebagai politik balas jasa. Soalnya tiga anggota keluarga Bani Mas’ud berhasil lulus sebagai magister rumah sakit (MARS) setelah mengikuti studi pasca sarjana di FKM Unhas.
Ketiga orang itu adalah suami istri dr Ifransyah Fuadi dan Hijrah serta Syarifah Zahra. Gelar MARS sangat penting terutama bagi dr Ifran karena dia ditempatkan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sebagai direktur utama RSUD Beriman milik Pemkot Balikpapan. Sedang Hijrah saat ini menjadi “orang penting” yang harus kita lewati jika mau berhubungan dengan Gubernur HARUM. Sedang Zahra kabarnya ditempatkan menjadi Dewas di RS Atma Husada.
Terakhir yang sangat viral adalah keberhasilan Putri Amanda Nurrahmadani menjadi ketua KADIN Kaltim. Selain usianya yang masih sangat muda (23 tahun), dia juga belum memenuhi syarat karena belum pernah menjadi pengurus. Tapi berkat ‘kekuasaan’ HARUM, Putri terpilih menjadi ketua KADIN Kaltim masa bakti 2025-2030.
Putri adalah anak Syahariah Mas’ud, kakak kandung Gubernur HARUM yang saat ini menjadi anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar.
BESAR-BESARAN
Rusdi paham jika dia mencalonkan diri kembali sebagai ketua KONI Kaltim, maka dia harus mendapat lampu hijau dari Gubernur. Kalau tidak, sama saja dia melawan badai. Pasti terpental-pental dan tidak gampang perjuangannya. Bahkan cenderung gagal.
Ada yang menyebut-nyebut nama Andre, yang dijagokan. Tapi bukan Andrie yang sekarang menjadi ketua KNPI Kaltim. Tapi kedua Andre itu adalah sosok dalam lingkaran tim Bani Mas’ud.
Secara kinerja, KONI Kaltim di bawah kepemimpinan Rusdi menelurkan hasil cukup baik. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, kontingen Kaltim berada di urutan 8 dengan merebut 29 emas, 55 perak, dan 68 perunggu.
Sementara pada SEA Games XXXIII Thailand, ada 25 atlet Kaltim ikut membela Tim Indonesia. Hasilnya, mereka memboyong 3 emas, 8 perak dan 10 perunggu. Salah satu emas dipersembahkan oleh pecatur putri asal Balikpapan, Chelsie Monica Ignesias Sihite.
Pekan lalu, Rusdi melantik dan mengukuhkan kepengurusan KONI Balikpapan 2025-2029. Di tengah adanya kebijakan efisiensi, acara pelantikannya diselenggarakan besar-besaran dan meriah di Balikpapan Sport and Convention Centre (BSCC). Gedung DOME itu berkapasitas sekitar 4.000 orang. Ini belum pernah terjadi.
Dalam kesempatan itu, ada penyerahan penghargaan terhadap atlet Balikpapan yang berprestasi internasional. Di antaranya diberikan kepada 3 atlet Hoki, yaitu Nur Anisa, Alfandy Aly Surya, dan Ahmad Afrizal atas prestasi mereka di SEA Games 2025 di Thailand. Juga kepada atlet difabel Kirana Dafia Larasati yang sukses meraih 3 medali emas pada Asian Youth Para Games 2025 di Dubai.
Terpilih sebagai ketua KONI Balikpapan yang baru adalah Gasali. Dia orang kepercayaan RM yang menjadi ketua Komisi IV DPRD Balikpapan. Dia terpilih secara aklamasi karena tak ada calon lain yang berani maju. “Nggak ada artinya kita maju kalau sudah ada yang direstui,” kata seorang ketua cabor.
Sebagai Sekretaris Umum H Syarifuddin HM dan Bendahara Malvin Ardento. Sayang Ketua Harian-nya Dr Yudhi Saharuddin, yang sehari-harinya adalah dirut PDAM. Pasti sibuk. Biasanya ketua harian dipilih dari orang yang punya banyak waktu luang untuk kepentingan organisasi.
KONI Gasali pasti berjalan lancar. Anggaran APBD pulih kembali. Tidak seperti nasib kepengurusan KONI sebelumnya yang diketuai M Ridwan Andreas. KONI Ridwan mati suri. Selain Ridwan tidak aktif, juga tidak didukung RM, sehingga anggaran pembinaan atlet seluruhnya dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
RM yang hadir dalam pelantikan Gasali memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan KONI Balikpapan yang baru. Kurang apa, katanya. “Wali Kota-nya Golkar, ketua DPRD-nya juga Golkar ditambah lagi ketua KONI-nya juga Golkar.” Tinggal prestasi atletnya apakah mampu seperti bunga yang lagi mekar?(*)









