News

Menanti Gelombang Arus Balik di Tepian Mahakam, Pelabuhan Samarinda Masih Tenang

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Semburat matahari pagi di ufuk timur mengiringi deru mesin KM Prince Soya saat perlahan merapat di Dermaga Pelabuhan Samarinda, Sabtu (3/1/2026). Tepat pukul 07.30 WITA, kapal motor besar yang bertolak dari Pelabuhan Nusantara Parepare ini menyandarkan talinya, menandai dimulainya babak baru pergerakan penumpang pasca-libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Meski kalender telah menunjukkan masa arus balik, suasana di dermaga pagi ini terasa berbeda dari hiruk-pikuk biasanya. Tidak ada desak-desakan yang menyesakkan atau antrean panjang yang mengular. Sekitar 700 penumpang turun dengan tertib, menyusuri gangway menuju daratan Kalimantan Timur dengan langkah yang santai.
Moh Yahya, petugas jaga dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, berdiri dengan sigap memantau setiap pergerakan. Ia mengonfirmasi bahwa kedatangan KM Prince Soya hari ini adalah gelombang pertama kapal penumpang yang tiba di Samarinda sejak perayaan pergantian tahun berakhir.
“Kondisinya masih landai. Belum ada tanda-tanda lonjakan yang signifikan. KM Prince Soya ini kapal pertama yang masuk di masa arus balik ini,” ujar Yahya di sela-sela pemantauannya di dermaga.
Namun, ketenangan ini diprediksi tidak akan bertahan lama. Pihak otoritas pelabuhan telah mengantisipasi jadwal kedatangan kapal-kapal berikutnya yang diperkirakan membawa volume penumpang lebih besar. “Rencananya, besok (Minggu) dan Senin, KM Aditiya dan KM Cataliya akan menyusul bersandar di sini,” tambahnya.
Di antara ratusan wajah yang turun dari kapal, nampak Nanchi, seorang warga asal Toraja yang memilih pulang lebih awal. Baginya, strategi pulang mendahului puncak arus balik adalah cara terbaik untuk menghindari kelelahan di jalan.
“Di atas kapal tadi juga belum terasa ada lonjakan, masih cukup luang,” cerita Nanchi.
Keputusannya untuk berangkat lebih cepat bukan tanpa alasan. Sebagai pekerja, ia harus memastikan fisiknya bugar sebelum kembali bergelut dengan rutinitas.
“Sengaja pulang sekarang supaya ada waktu istirahat, karena Senin besok sudah harus masuk kerja lagi,” tutupnya.
Bagi mereka yang hendak meninggalkan Samarinda menuju Sulawesi, aktivitas keberangkatan di pelabuhan ini dijadwalkan kembali normal pada Minggu (4/1/2026). Kapal-kapal akan mulai bertolak mengarungi Selat Makassar menuju Parepare, membawa kembali para perantau dan pelancong ke rutinitas semula.
Untuk saat ini, Pelabuhan Samarinda masih menikmati sisa ketenangannya sebelum gelombang penumpang dari KM Aditiya dan KM Cataliya tiba dan mengubah suasana dermaga menjadi jantung transportasi yang kembali berdenyut kencang. Red

Bagikan

Related Posts