Samarinda, Solidaritas – Pematangan lahan untuk perluasan RSUD Korpri Aji Muhammad Salehuddin II di kawasan Sempaja Selatan menimbulkan dampak serius bagi warga sekitar. Warga di lima Rukun Tetangga (RT) kini mulai merasakan kerugian akibat perubahan fungsi lahan yang dulunya menjadi area resapan air alami.
Kamaluddin, Ketua RT 27 Perumahan Rapak Binuang, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pengerukan dan pengurukan tanah di lokasi proyek memperparah kondisi banjir di wilayahnya.
“Lahan itu dulunya tempat pohon pisang dan padi ditanam warga, berfungsi sebagai area ‘menginap’ air saat hujan lebat. Sekarang, semuanya berubah menjadi urukan tanah yang jauh lebih tinggi dari pemukiman kami,” keluh Kamaluddin, Rabu (17/12/2025).
Menurut kesaksian warga, perubahan kontur tanah drastis menyebabkan air hujan tidak lagi terserap, melainkan mengalir deras menuju drainase perumahan mereka.
Dampaknya terasa langsung beberapa bulan belakangan. Setiap kali hujan turun, volume air meningkat cepat dan membawa endapan lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga di RT 26, 27, dan 28 Perumahan Rapak Binuang, serta RT 29 dan 30 Perumahan Pondok Surya Indah.
“Air yang seharusnya tertampung sementara, kini mengalir cepat menuju rumah-rumah kami membawa lumpur. Tentu saja kami merasa dirugikan dengan kondisi ini,” tambahnya.
Keluhan dan laporan warga inilah yang menjadi salah satu alasan utama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menangguhkan sementara seluruh kegiatan konstruksi di lokasi tersebut. Pemkot menemukan bahwa izin lingkungan yang diterbitkan sebelumnya tidak mempertimbangkan aspek mitigasi bencana dan dampak sosial di lingkungan sekitar.
Saat ini, Pemkot Samarinda meminta pihak pengembang dan Pemprov Kaltim untuk mengurus kembali perizinan dengan memperhatikan dampak lingkungan secara serius, termasuk rencana pembangunan kolam retensi dan sumur resapan yang dijanjikan sebelumnya.
Warga berharap, penghentian sementara proyek ini dapat memberikan solusi konkret agar pembangunan rumah sakit tidak justru menambah beban masalah banjir tahunan yang sudah mereka hadapi. Red








