Kutai Timur, Solidaritas – Pemkab Kutai Timur kembali menyoroti pentingnya solidaritas dalam membantu penanganan bencana nasional.
Pengalaman serupa pernah terjadi pada tahun 2010, ketika pemerintah daerah menggalang dana dari berbagai perusahaan untuk membantu korban bencana di Padang.
Upaya itu dinilai berhasil dan menjadi salah satu catatan penting solidaritas daerah.
Kini, ketika bencana kembali terjadi di beberapa wilayah, pemerintah membuka kemungkinan untuk mengulang mekanisme serupa.
Hanya saja, langkah tersebut harus dirumuskan ulang agar sesuai dengan kondisi saat ini.
“Kalau dulu seingat saya, pemda itu, saya ingat bencana Padang, itu saya yang mengantarkan di tahun 2010,” ujar Bupati Kutai Timur, Ardiansyah.
Beliau menuturkan bahwa pola yang digunakan saat itu bisa saja diaktifkan kembali jika situasi benar-benar membutuhkan.
Bupati menjelaskan bahwa penggalangan dana yang dilakukan pada masa lalu sangat mengandalkan partisipasi perusahaan.
Dukungan yang mengalir dari berbagai pihak turut mempercepat proses bantuan saat itu.
Model keterlibatan multipihak ini menjadi contoh efektif bagaimana daerah dapat berperan dalam membantu penanganan bencana nasional.
“Itu menggalang dana dari semua perusahaan,” katanya.
Menurutnya, pola kontribusi perusahaan merupakan salah satu kekuatan utama dalam menggerakkan bantuan secara cepat.
Saat ini pemerintah masih mengkaji kembali pendekatan yang paling memungkinkan untuk diterapkan, kondisi fiskal daerah yang tidak menampung dana cadangan menjadi pertimbangan utama sebelum memulai langkah penggalangan.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa semangat solidaritas tetap menjadi prioritas dan tidak menutup kemungkinan adanya inisiatif bersama dalam waktu dekat.
“Nanti kita coba nanti apa namanya ramu lagi berikut ini,” ungkapnya.
Ia memastikan bahwa rencana ini akan disesuaikan agar bisa berjalan efektif ketika diterapkan kembali.(ADV)









