Kutai Kartanegara,Solidaritas – Semangat petani tomat di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, bangkit kembali berkat stabilitas harga yang didukung oleh pembeli lokal.
Kemitraan strategis, termasuk dengan inisiatif “Dapur Dapur MBG”, telah memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di daerah.
Bedu Petani Tomat di KM 10 Desa Purwajaya mengatakan bahwa harga jual tomat kini stabil di tingkat petani, berbeda dengan hasil panen pada bulan bulan sebelumnya .
“Harga tomat di tingkat petani kini stabil dan menguntungkan, berkisar antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogram,” kata Bedu.
Harga ini menjadi pendorong bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas panen, setelah sebelumnya pernah anjlok hingga Rp 2.000 per kilogram.
Menurut Agus, seorang pembeli tomat dari Desa Jembayan, permintaan tomat di pasar semakin tinggi. Kebutuhan tersebut tidak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga dari program “Dapur Dapur MBG” yang beroperasi di Kutai Kartanegara.
Kemitraan antara petani dan pembeli lokal, seperti “Dapur Dapur MBG”, menunjukkan bagaimana inisiatif di tingkat lokal bisa memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Dengan adanya jaminan pasar dan harga yang stabil, para petani di Desa Purwajaya kini lebih termotivasi untuk menghasilkan panen yang lebih baik. Red









