Kutai Timur, Solidaritas – Penyelenggaraan Bupati Cup Bulu Tangkis 2025 menjadi momentum pemerintah menekankan pentingnya integritas.
Wakil Bupati Mahyunadi mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan posisi untuk keuntungan pribadi.
Ia mengatakan bahwa nilai sportivitas harus dijunjung tinggi oleh panitia, wasit, dan peserta.
“Sekecil apapun bentuk kecurangannya, pasti akan membawa dampak buruk pada pemberdayaan pemuda dan masyarakat Kutim sendiri,” ujar Mahyunadi.
Ia menegaskan bahwa semua pihak, petugas, pemain, wasit, dan bahkan juri wajib “fair play” dan berlaku adil ke semua peserta.
Menurutnya, turnamen harus menjadi ruang yang jujur untuk melihat kemampuan atlet.
“Jangan mentang-mentang anak sendiri nanti dimenangkan karena bapaknya wasit,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa perilaku seperti itu tidak boleh terjadi di arena pertandingan, Mahyunadi mengatakan pemerintah ingin membangun budaya kompetisi yang sehat.
Ia berharap seluruh pihak menjaga nilai keadilan selama kompetisi berlangsung.
“Ini bisa mencederai, bisa menodai kemajuan pembinaan asli-asli kita,” ucapnya.
Ia meminta seluruh panitia dan perangkat pertandingan melakukan tugas sesuai aturan, dengan sikap tegas ini, pemerintah ingin menjamin kualitas turnamen
Sportivitas dianggap sebagai fondasi utama bagi pembinaan jangka panjang.(ADV)









