Kutai timur, Solidaritas — Prestasi luar biasa kembali ditorehkan para atlet pelajar Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Penajam Paser Utara (PPU).
Pencapaian tersebut menjadi cerminan nyata keberhasilan dari pola pembinaan berkelanjutan yang digarap serius oleh Pemerintah Kutim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Pemerintah tidak hanya menyiapkan fasilitas latihan, tetapi juga memastikan kalender kompetisi terus berjalan sebagai sarana evaluasi perkembangan atlet.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan bahwa pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci lahirnya atlet berkualitas.
“Pemerintah Kutim tidak ingin pembinaan berhenti pada pelatihan, kami pastikan para atlet memiliki wadah kompetisi agar proses latihan dapat terukur dan kemampuan mereka berkembang secara konsisten,” ungkap Basuki.
Pada POPDA PPU, Kutim tampil dominan dan mencuri perhatian lewat capaian 12 medali emas, 13 medali perak, dan 29 medali perunggu.
Hasil tersebut bukan hanya angka statistik, tetapi poin penting perkembangan kemampuan atlet pelajar yang telah melalui tahapan pembinaan jangka panjang.
Basuki menyebutkan bahwa prestasi ini menunjukkan pembinaan berada di jalur yang tepat.
“Capaian 54 medali di POPDA bukan prestasi sekali jadi, tetapi buah dari pembinaan intensif yang melibatkan pelatih, sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah dan ini kemenangan bersama masyarakat Kutim,” ujarnya.
Dunia olahraga Kutim kini mulai memiliki ekosistem pembinaan yang jelas, terstruktur, dan kompetitif.
Ke depan, agenda kompetisi lintas cabang olahraga akan terus digulirkan sepanjang tahun, bukan hanya pada momen event besar.
Dengan hasil yang telah dicapai, Pemerintah Kutim berharap olahraga menjadi budaya positif di kalangan remaja. Kesuksesan di POPDA PPU diharapkan menjadi landasan kuat untuk mencetak generasi atlet Kutim yang mampu bersaing lebih luas di kancah olahraga Indonesia.(ADV)









