Kutai Timur, Solidaritas – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mendorong lahirnya wirausaha muda kembali mendapat perhatian lewat pelaksanaan Youth Digital Skill Program di Gedung Graha Sangatta, Rabu (27/11/2025), program ini menjadi ruang pembelajaran bagi pemuda agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang usaha di era digital.
Kegiatan yang dipenuhi ratusan peserta ini berfokus pada pelatihan digital marketing, strategi penjualan online, desain branding, hingga cara mengembangkan identitas bisnis melalui media sosial.
Materi tersebut dirancang agar dapat langsung diterapkan oleh peserta untuk membangun maupun meningkatkan usaha pribadi.
Pembukaan acara dilakukan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, yang menekankan bahwa dunia digital kini menyediakan pasar yang sangat luas dan terbuka bagi generasi muda.
Menurutnya, Kutim memiliki potensi besar dalam perkembangan ekonomi kreatif jika pemuda dibekali kemampuan yang tepat.
“Kalau dulu usaha hanya berkisar di pasar fisik, hari ini pasar digital jauh lebih besar dan tidak ada batas wilayah, anak muda Kutim harus berani masuk dan mengambil peluang itu. Pelatihan ini menjadi bekal nyata untuk menciptakan wirausaha digital baru,” kata Basuki dalam sambutannya.
Pelatihan yang berlangsung interaktif menghadirkan praktisi digital bisnis yang mengajak peserta menganalisis tren pasar, membangun strategi penjualan, hingga memanfaatkan konten sebagai kekuatan promosi.
Para peserta sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab mengenai cara memulai usaha digital tanpa modal besar, serta langkah mengelola konsumen secara profesional.
Banyak dari mereka menyebut pelatihan ini bukan hanya inspiratif, tetapi juga membuka pandangan baru tentang masa depan usaha anak muda.
Dispora Kutim memastikan bahwa langkah ini bukan program seremonial melainkan pembinaan berkelanjutan.
Pemerintah bertekad melakukan pendampingan secara bertahap agar lahir ekosistem wirausaha digital di Kutim yang kuat dan terstruktur.
Basuki menambahkan bahwa pemerintah daerah mendorong pemuda menjadi pelaku usaha bukan hanya sebagai pencari kerja.
“Kami ingin pemuda Kutim menjadi pemain, bukan sekadar penonton dan semakin banyak wirausaha digital lahir, semakin kuat ekonomi daerah kita,” tutupnya.
Dengan diluncurkannya Youth Digital Skill Program 2025, Kutim mulai menegaskan arah pembinaan pemuda berbasis kreativitas, teknologi, dan kewirausahaan untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal di masa depan.(ADV)









