Kota Samarinda

Bangkit dari Kebakaran, SMP Negeri 5 Samarinda Akhirnya Miliki Gedung Baru Rp33 Miliar

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Sejak musibah kebakaran yang melanda SMP Negeri 5 Samarinda pada 19 Maret 2024, sekolah itu kini kembali berdiri megah. Pemerintah Kota Samarinda meresmikan gedung baru yang dibangun melalui proses bertahap karena keterbatasan APBD, pada Selasa (25/11/2025).Dari tenda darurat hingga ruang kelas modern, perjalanan pemulihan ini menjadi simbol ketangguhan dunia pendidikan di kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa pembangunan yang berlangsung dua tahun bukan tanpa alasan.

“APBD Samarinda itu banyak sekali yang kita mau laksanakan, tapi dananya terbatas, sehingga kita memakai sistem pembangunan bertahap,” ujarnya.

Pembangunan gedung ini dimulai pada 2024 dengan anggaran Rp10 miliar, kemudian berlanjut pada 2025 dengan total Rp23,5 miliar terdiri dari Rp14,4 miliar dana bankeu dan Rp8,5 miliar dari APBD. Selain itu, tahun 2025 juga dialokasikan Rp2 miliar untuk pengadaan mebel dan alat peraga pendidikan.

Gedung baru SMP Negeri 5 kini memiliki 28 ruang kelas belajar, dua laboratorium, satu perpustakaan, ruang UKS, ruang kantor, serta 41 unit WC. Terdiri dari enam bangunan dua lantai, fasilitas ini akan melayani 789 siswa yang sebelumnya proses belajar mengajar bahkan sempat berlangsung di tenda darurat sebelum pemerintah menyediakan lokasi alternatif.

“Dulu ini adalah kebakaran dan sejak saat itu kita memulai dari tenda lalu mencarikan alternatif. Kita kosongkan agar bisa membangunnya lebih cepat,” katanya.

Kini, pembangunan fisik hampir sepenuhnya rampung, dan hanya menyisakan penyelesaian area paving yang ditargetkan tuntas sebelum 31 Desember.

Lebih dari sekadar bangunan baru, wali kota menekankan pentingnya transformasi pendidikan.

“Kita berharap sekolah ini menjadi bagian dari sekolah pertama yang beradaptasi terhadap teknologi pendidikan, termasuk dalam sistem pembelajaran,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa fasilitas baru harus dirawat agar manfaatnya berumur panjang.

Dalam kesempatan itu, ia turut menanggapi permintaan para siswa. Mushola, kantin, hingga penambahan pohon akan diakomodasi pada 2026.

“Pohon itu adalah refleksi dari siswa yang mencintai lingkungan. Lokasi itu kalau ada hijaunya pasti beda,” tuturnya. Pia


Bagikan

Related Posts