DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Koperasi Merah Putih Desa Selerong Upayakan Internet Masuk Desa untuk Bantu Masyarakat

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas –  Koperasi Merah Putih Desa Selerong berupaya untuk membawa internet ke desa dengan tujuan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan jaringan. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Koperasi Merah Putih untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Robiansyah Sekretaris Koperasi Merah Putih Desa Selerong kepada Solidaritas, menyatakan bahwa kesulitan jaringan internet telah menjadi salah satu kendala utama masyarakat desa dalam mengakses informasi dan melakukan transaksi online. Oleh karena itu, Koperasi Merah Putih Desa Selerong berinisiatif untuk membawa internet ke desa.

“Kami ingin membantu masyarakat desa Selerong dengan membawa internet ke desa. Kami berharap dengan adanya internet, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi dan melakukan transaksi online,” kata Robi kepada Solidaritas senin(24/11/2025)

Robi mengakui bahwa bantuan internet dari pemerintah juga sudah ada, meski demikian jangkauaanya masih terbatas dari itu dengan keberadaan koperasi Merah Putih kami mau semua masyarakat bisa menikmati dan merasakan internet masuk kedesa kami.

” Kami berharap dengan adanya internet, masyarakat desa Selerong dapat lebih maju dan sejahtera. Kami juga berharap pemerintah dapat mendukung inisiatif ini,” jelasnya.

Selain itu lanjut Robi Program Koperasi Merah Putih di Desa Selerong, sebagai bagian dari inisiatif nasional, berfokus pada penguatan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai layanan terpadu.

Beberapa program seperti penyaluran Barang Subsidi  seperti Tabung Elpiji 3 kg bagi masyarakat miskin atau yang berhak, untuk mendukung ketahanan pangan penyaluran Pupuk bersubsidi untuk petani guna mendukung ketahanan pangan.

Kemudian penyaluran Sembako dengan harga terjangkau untuk menekan inflasi pangan lokal.

Koperasi mendukung ketahanan pangan dengan menyediakan sarana produksi pertanian dan berpotensi memiliki fasilitas seperti gudang penyimpanan atau cold storage untuk hasil pertanian dan perikanan, memastikan stabilitas pasokan dan harga.

Selain distribusi fisik, konsep Koperasi Merah Putih juga mencakup layanan lain untuk menjadi pusat ekonomi desa, seperti layanan keuangan (misalnya, agen BRI Link), layanan pos dan giro, pengembangan unit usaha produktif lainnya sesuai potensi desa. 

“Secara umum, seperti yang telah di beri arahan kepada kami para pengurus tujuan utama koperasi ini adalah menjadi pusat layanan satu pintu bagi masyarakat desa, mempermudah akses terhadap bantuan dan kebutuhan dasar, serta mendorong kemandirian ekonomi lokal,” jelas Robi.

Langkah awal berdirinya koperasi merah putih didesa Selerong lanjut Robi , adalah dengan membangun gerai di kantor desa dan menjaring mitra strategis dari swasta. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat desa terhadap kebutuhan dasar dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM lokal.

Gerai yang dibangun di kantor desa akan berfungsi sebagai pusat operasi dan titik kontak utama bagi warga desa. Lokasi ini dipilih karena memberikan legitimasi, kepercayaan instan dari masyarakat, dan akses yang mudah bagi semua warga. Selain itu, gerai ini juga akan menjadi pusat penyaluran tabung elpiji, sembako, pupuk, dan produk UMKM lokal, sehingga meningkatkan efisiensi distribusi.

Koperasi Merah Putih Desa Selerong juga menjaring mitra strategis dari swasta untuk mengakselerasi pertumbuhan koperasi. Mitra swasta dapat menyediakan suntikan dana segar atau fasilitas kredit yang dibutuhkan untuk membeli stok barang dalam jumlah besar, membeli peralatan tambahan, dan membiayai pengembangan unit usaha baru.

Dampak positif dari strategi ini adalah ekonomi lokal yang lebih bergerak, peningkatan kesejahteraan warga miskin, dan kemandirian koperasi. Koperasi Merah Putih Desa Selerong tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga memiliki model bisnis yang berkelanjutan dengan dukungan swasta.

Dengan adanya gerai dan bantuan modal, perputaran uang di desa menjadi lebih cepat dan efisien. Warga miskin lebih mudah mengakses kebutuhan dasar bersubsidi, dan pelaku UMKM mendapatkan pasar yang lebih luas. Koperasi Merah Putih Desa Selerong menunjukkan keseriusan dalam menjalankan fungsi ekonominya secara nyata dan terukur.

Sementara itu Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyatakan bahwa koperasi bukan sekadar legalitas, tetapi harus memiliki rencana bisnis yang solid untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Koperasi bukan sekadar legalitas. Mereka hanya akan mendapat akses permodalan jika punya rencana bisnis yang jelas dan layak,” tegas Arianto.

Sebagai langkah konkrit, DPMD Kukar akan melibatkan sejumlah pihak, seperti Dinas Koperasi dan UKM, BUMDes Bersama, Bankaltimtara, serta BRI.

Sinergi ini dibangun untuk mendukung profesionalisme dan akuntabilitas koperasi sejak tahap awal.

Arianto menjelaskan bahwa koperasi yang memiliki rencana bisnis yang jelas dan layak akan lebih mudah mendapatkan akses permodalan dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Oleh karena itu, DPMD Kukar akan terus memfasilitasi dan mengawasi proses pembentukan koperasi agar berjalan sesuai regulasi dan prinsip keadilan.

DPMD Kukar juga akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada koperasi untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme mereka.  Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas koperasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara DPMD Kukar dan sejumlah pihak, diharapkan koperasi di Kukar dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. DPMD Kukar akan terus mendukung dan memfasilitasi koperasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Dalam jangka panjang, DPMD Kukar berharap koperasi di Kukar dapat menjadi salah satu pilar ekonomi yang kuat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ADV/DPMD Kukar/Bej


Bagikan

Related Posts